MTF

International Investor Club – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA+ untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015 Seri B senilai Rp 100 Miliar yang diterbitkan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) yang akan jatuh tempo pada 18 Desember 2020.

Baca Juga: Wow! Saham Agensi BTS Melonjak Layaknya Dynamite

Obligasi MTF dan Pefindo

MTF Mandiri Tunas Finance

Pefindo menyebut, kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh fasilitas kredit sebesar Rp 2,4 Triliun pada akhir Agustus 2020 dan rata-rata penerimaan angsuran bulanan atas piutang pembiayaan sekitar Rp 2 Triliun.

Dalam sajian berita Kontan, Pefindo mengungkapkan:

“Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut adalah sangat kuat dibandingkan dengan emiten lain.”

Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Seperti diketahui, MTF merupakan perusahaan pembiayaan mobil yang sahamnya dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51% dan PT Tunas Ridean Tbk genggam 49% saham. Hingga akhir 2020, perusahaan memiliki 102 kantor cabang yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.

Krakatau Steel

KRAS Krakatau Steel
Media BUMN (doc.)

Selain itu, dalam sajian berita Okezone dijabarkan, emiten PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan melakukan rencana penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) dan pelaksanaan penambahan modal tanpa memberikan hak memesen efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (16 Oktober), dijelaskan bahwa langkah perseroan melakukan penerbitan OWK yang akan dikonversi dengan Saham Baru Perseroan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dalam rangka memperbaiki posisi keuangan.

Dijelaskan perseroan bahwa tujuan investasi merupakan dukungan pendanaan dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mendukung likuiditas dan solvabilitas KRAS, khususnya digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional KRAS.

Dijelaskan perseroan bahwa tujuan investasi merupakan dukungan pendanaan dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mendukung likuiditas dan solvabilitas KRAS, khususnya digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional KRAS.

Sekadar diketahui, bahwa Obligasi Wajib Konversi (OWK) ini memiliki Tenor 7 tahun sejak tanggal penerbitan OWK, dengan Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Menteri Keuangan sebagai investor. Sementara itu untuk Pelaksana Investasi, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) berdasarkan penugasan dari Kementerian Keuangan.

OWK yang akan diterbitkan Perseroan terkait rencana transaksi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3 Triliun yang akan dikonversi menjadi saham dalam Perseroan dengan harga konversi dengan mengacu pada 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di Pasar Reguler atau di tanggal penutupan bursa 1 (satu) hari sebelum Tanggal Konversi OWK, mana yang lebih rendah.