International Investor Club – Properti dengan harga kurang dari Rp 300 Juta masih menjadi permintaan tertinggi di kuartal ketiga tahun ini. Selain itu, properti dengan rentang harga Rp 500 Juta hingga Rp1 Miliar juga termasuk yang paling banyak dicari.

Baca Juga: Pandemi Adalah Waktu yang Tepat Untuk Investasi di Properti, Kenapa?

Properti Terjangkau

Bisnis Properti

Dalam sajian berita Republika dijabarkan, disisi lain, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan ketersediannya. Berdasarkan riset 99 Group, suplai properti tertinggi terdapat pada rentang harga Rp 2 Miliar hingga Rp 5 Miliar. Tim analis 99 Group juga menemukan rumah masih jadi tipe properti utama yang paling dicari masyarakat.

Setelah rumah, tanah merupakan tipe properti paling diminati (top demand) pada kuartal ketiga 2020 dengan persentase 6,21 persen. Permintaan trringgi berikutnya yaitu apartemen 4,29 persen, ruko 2,99 persen, dan sisanya gudang, area komersial, serta kantor.

CEO 99 Group Indonesia, Ming Hwee Chong mengungkapkan:

“Sementara itu dari segi pasokan, ketersediaan sejumlah properti telah mencukupi yaitu sebesar 10.48 persen untuk tanah, 10.89 persen untuk apartemen, dan 7.26 persen untuk ruko.”

Ming mengatakan, transisi dari akhir kuartal kedua ke awal kuartal ketiga 2020 merupakan masa pemulihan untuk bisnis properti. Permintaan dan pasokan properti pun kembali menggeliat di masa itu.

Data Tim Analis 99 Group Indonesia menunjukkan, terjadi kenaikan kunjungan dari April ke akhir kuartal ketiga 2020. Hal ini salah satunya tampak dari permintaan pencarian di situs Rumah123.com.

Secara umum, rata-rata pencarian properti di situs Rumah123.com pada kuartal ketiga lebih besar dibandingkan pasokan yang ada. Tim Analis 99 Group mencatat, Sawangan, dan Alam Sutera merupakan area yang memiliki kenaikan permintaan tertinggi, yaitu mencapai 80.83 persen. Sebelumnya, dua wilayah ini tak masuk dalam lima teratas area pencarian pada kuartal kedua 2020.

“Sementara itu dari segi pasokan, Kelapa Gading dan Bintaro tercatat sebagai area dengan pasokan properti terbanyak. Di sisi lain, pasokan Citraland dan Pantai Indah Kapuk terekam naik paling besar di kuartal ketiga 2020,” tutur Ming.

Stimulus

Properti Rumah

Selain itu, sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) makin gencar menggenjot penyaluran kredit di sektor perumahan meskipun pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi. Namun dengan segala tantangan tersebut sektor property (real estate) pada kuartal II-2020 masih menyumbang pertumbuhan positif terhadap PDB Indonesia (2,30%).

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Hal diatas telah mengindikasikan bahwa bisnis properti dengan multiplier effect lebih dari 170 subsektor industri padat karya masih menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional dalam masa krisis.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury saat pembukaan Property Fiesta Virtual Expo 2020 di Jakarta kemarin mengungkapkan:

“Peluang tumbuh masih besar karena sejumlah faktor, di antaranya stimulus sektor perumahan berupa peningkatan alokasi KPR Subsidi Rp 1,5 Triliun, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memfokuskan diri kegiatan dari rumah, bantuan likuiditas pemerintah untuk penyaluran kredit untuk meningkatkan sektor riil melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih melek digital.”

Dengan faktor pendukung tersebut, Bank BTN tetap mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi yang masih prima, ujar Pahala.