International Investor Club – PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) bakal menerbitkan sebanyak 31,13 miliar saham baru (rights issue) dalam rangka penggabungan atau merger bank syariah BUMN dengan menerima dua entitas lainnya yakni PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT BNI Syariah (BNIS).

Baca Juga: Saham Emiten Rokok Berguguran! Apa Penyebabnya?

Saham Baru BRIS akan Dirilis

BRIS

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Berdasarkan prospektus perusahaan, total saham baru yang akan diterbitkan yakni 31.130..700.245 saham sehingga jumlah saham total akan menjadi 40.846.813.743 saham (40,85 miliar saham), dari sebelumnya 9.716.113.498.

Saham baru tersebut nantinya akan dikonversi atau diserap oleh pemegang saham yang baru yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Bank Mandiri akan memegang sebanyak 20,91 miliar saham sehingga porsi sahamnya menjadi 51,2% di BRISyariah (menjadi pengendali), lalu BBNI sebanyak 10,23 miliar saham atau 25% saham BRIS.

Investor lainnya yakni PT BNI Life Insurance sebanyak 5,25 juta saham atau 0,00%, dan PT Mandiri Sekuritas 34 saham atau 0,00 sekian saham BRISyariah.

Adapun pemegang saham eksisting yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap memegang 7,09 miliar saham BRIS atau mewakili 17,4% saham BRISyariah.

Persentase saham Bank BRI di BRISyariah berkurang atau terdilusi dari sebelum merger yakni 73% (dengan jumlah saham tetap saham 7,09 miliar saham).

Adapun jumlah saham DPLK BRI-Saham Syariah juga tetap sama yakni 828,95 juta saham atau porsinya menjadi 2%, kendari persentasenya terdilusi dari sebelum BRIS merger yakni 8,53%.

Investor publik, jumlah sahamnya tetap sama yakni 1,79 miliar saham atau sebesar 4,4%, terdilusi dari sebelumnya 18,47% (dengan jumlah saham tetap sama 1,79 miliar).

Untuk Para Pemegang Saham

Warrior Trading (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, dari prospektus tersebut disebutkan skema konversi saham, setiap saham yang dimiliki pemegang saham BSM berhak atas 34,9700 saham tambahan di BRIS (yang mencakup total penambahan 20,91 miliar saham di BRIS), yang merepresentasikan 51,2% peningkatan modal di BRISyariah.

Sementara itu, setiap saham yang dimiliki pemegang saham BRISyariah berhak atas 3.500,2767 saham tambahan di BRIS (yang mencakup total penambahan 10,23 miliar saham di BRISyariah), yang merepresentasikan 25,0% peningkatan modal di BRISyariah.

“Dengan demikian, jumlah saham yang diterbitkan oleh Bank Yang Menerima Penggabungan [BRIS] pada Tanggal Efektif Penggabungan [1 Februari 2021] adalah sebesar 40,85 miliar saham, yang mana akan ada penerbitan saham baru sebanyak 31,13 miliar saham,” tulis manajemen BRIS.

Berdasarkan Laporan Penilaian KJPP Suwendho, Rinaldy dan Rekan, nilai valuasi BRIS adalah Rp 7,59 Triliun.

Pada 30 Juni 2020, jumlah saham BRISyariah yang beredar adalah 9.716.113.498 saham. Dengan demikian, jumlah valuasi per lembar saham BRIS adalah Rp 781,29.