International Investor Club – Saham-saham properti kembali melesat pada perdagangan kemarin karena dampak dari rilis data prapenjualan alias marketing sales emiten properti kelas kakap yang berhasil naik di kuartal ketiga 2020 ini dan berhasil melewati titik nadirnya pada kuartal kedua 2020 setelah terserang virus corona.

Baca Juga: Properti Kurang dari Rp 300 Juta Masih Tinggi Peminat!

Saham Properti Menguat

Bisnis Properti

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, sentimen positif ini selain berhasil melesatkan saham properti, ternyata juga berhasil menarik asing juga ikut masuk ke dalam saham-saham properti.

Terpantau seluruh emiten properti besar telahi berhasil melesat tinggi di tengah IHSG yang terkoreksi tipis 0,09%. Kenaikan tersebut sendiri dipimpin oleh PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) yang berhasil terbang 22,76% ke evel harga Rp 151/unit seiring dengan dana asing yang masuk sebesar Rp 16,61 Miliar dan menjadi saham properti dengan inflow asing terbesar pada perdagangan kemarin.

Sedangkan koreksi paling tipis telah dibukukan oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang hanya mampu naik tipis 1% meski dana asing yang masuk sebesar Rp 12,23 Miliar.

Terpantau terdapat dua emiten yang sahamnya dijual bersih oleh asing pada perdagangan hari ini yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan jual bersih masing-masing Rp 12,70 Miliar dan Rp 3,28 Miliar.

Meskipun dijual asing terpantau kedua saham masih berhasil menghijau dengan BSDE yang berhasil naik 1,20% ke level Rp 845/unit dan SMRA yang loncat 4% ke level harga Rp 650/unit.

UU Omnibus Law Restui Asing Beli Apartemen

Tech Crunch (doc.)

Selain itu dikabarkan dalam sajian berita CNBC Indonesia, manajemen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan akan mengambil kesempatan mendukung pembiayaan properti yang sesuai dengan aturan regulasi Indonesia, termasuk membuka peluang pembiayaan properti warga negara asing (WNA).

Hanya saja, hingga saat ini manajemen Bank BTN menegaskan belum ada aturan jelas yang mengizinkan hal tersebut kendati sudah keluar aturan dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, saat ini bank-bank yang beroperasi di Indonesia masih belum diizinkan untuk memberikan pembiayaan perumahan kepada orang yang bukan warga negara Indonesia (WNI).

“Tapi ada mekanismenya kalau orang tertarik pembelian, jadi ada institusi di Indonesia, basis Indonesia kita bisa lakukan. Tapi kalau belum residen di Indonesia belum bisa dibiayai sama bank yang operasional di Indonesia.”