International Investor Club – Pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui PT Mega Corpora telah mengakuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI).

Dalam akuisisi ini, pemegang saham BBHI yakni PT Hakimputra Perkasa menjual 3,08 miliar saham atau 73,71% saham ke PT Mega Corpora, perusahaan milik Chairul.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, disebutkan Mega Corpora akan menjadi pihak yang akan mengambilalih.

Baca Juga: Inilah Hal yang Wajib Diwaspadai oleh Investor Saham Pemula

Mega Corpora dan BBHI

Mega BBHI
Okezone (doc.)

“Mendukung kebijakan perbankan di Indonesia dan akan mengembangkan perseroan untuk menjadi bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari segi operasional maupun permodalan,” sebut surat perjanjian antara kedua pihak, yang dipublikasi di BEI pada awal minggu ini.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, BBHI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menyetujui transaksi jual beli ini. Setelah itu Mega Corpora akan mengajukan izin pengambilalihan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dan yang terbaru saat ini, dikabarkan Mega Corpora akan melaksanakan penawaran tender (tender offer) atas sisa saham milik publik dari PT Bank Harda Interansional Tbk. Hal ini merupakan rangkaian dari akuisisi BBHI.

Tender Offer

Wikipedia (doc.)

Tender offer akan menggunakan harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di BEI selama 90 hari kalender terakhir, dari periode 4 Agustus 2020 hingga 1 November 2020. Harga tender offer ditetapkan pada harga Rp 160,26/unit saham.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan tujuan akuisisi ini adalah untuk mendukung konsolidasi perbankan Indonesia.

“Mendukung kebijakan perbankan di Indonesia dan akan mengembangkan perseroan untuk menjadi bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari segi operasional maupun permodalan,” sebut surat perjanjian antara kedua pihak, yang dipublikasi Senin kemarin (2 November).

BBHI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menyetujui transaksi jual beli ini. Setelah itu Mega Corpora akan mengajukan izin pengambilalihan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, kemarin dikabarkan, PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) akan menjadi emiten ke-6 yang delisting alias dihapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. BEI menghapus pencatatan saham GREN karena sudah lebih dari 24 bulan suspensi saham dan ada kondisi yang berpengaruh terhadap prospek bisnis Evergreen.