International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat prospek positif pada transaksi obligasi Tanah Air di tahun depan. Untuk tahun ini, nilai rata-rata transaksi harian di pasar obligasi diklaim berhasil tembus Rp 40 Triliun.

Asal tahu saja, tahun ini BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar obligasi Rp 33,1 Triliun atau naik 13,2% dari catatan tahun lalu Rp 29,23 Triliun.

Baca Juga: Outstanding Obligasi Diprediksi Capai Rp 4.432 Triliun Tahun Depan

BEI Optimis pada Pasar Obligasi

Obligasi Global

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widoodo mengungkapkan bahwa target Rp 37 Triliun dibuat di awal tahun, sehingga dampak dari pandemi Covid-19 belum dirasa. Dia mengungkapkan, transaksi tahun ini didominasi oleh perbankan, atau sebanyak 69% dari total transaksi selama tiga bulan terakhir.

“Transaksi dilakukan baik untuk kepentingan sendiri (treasury activities) ataupun kepentingan klien mereka.”

Untuk target tahun depan, rencananya BEI akan mereview kembali target tersebut, mengingat transaksi hingga Agustus 2020 sudah menembus rata-rata Rp 40 Triliun per harinya. 

“Kemungkinan akan naik dari Rp 37 Triliun target saat ini,” kata Laksono.

Bahkan, Laksono meyakini bahwa prospek penerbitan obligasi baik pemerintah dan swasta pasti akan lebih banyak di tahun depan. Hal itu sejalan dengan recovery ekonomi, khususnya pasca masa pandemi yang mulai mereda.

Sebagai informasi, data BEI menunjukkan hingga Agustus 2020 sebanyak 71,76% kepemilikan obligasi negara dikuasai domestik, sedangkan 28,24% dikuasai asing. Komposisi kepemilikan asing tersebut tercatat turun dibandingkan 2019 yang mencapai 38,57%.

“Penurunan karena dampak dari Covid-19, dimana asing banyak keluar saat itu.”

Produk Baru BEI

BEI IDX - IDX Quality 30 IDX Quality 30

Sebelumnya diberitakan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan peluncuran produk investasi baru yang diberi nama IDX30 Futures. Rencananya produk derivatif ini akan diluncurkan selambat-lambatnya akhir tahun ini.

Dalam sajian berita Detikcom dijabarkan, Kepala Unit Manajemen Proyek 2 BEI, Firza Rizqi Putra dalam acara Edukasi Wartawan Pasar Modal secara virtual mengungkapkan:

“MUDAH-MUDAHAN DI BULAN NOVEMBER ATAU DESEMBER INI BISA KITA LAUNCHING PRODUK IDX30 FUTURES YA.”

Lalu, apa sih IDX30 Futures itu?

IDX30 Futures adalah perjanjian antara dua pihak untuk membeli atau menjual sejumlah underlying aset pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang. Singkatnya, investor bisa memilih mau membeli atau menjual saham pilihannya di harga tertentu. Misal, investor ingin membeli 50 lot saham BBNI di harga saat ini yakni 4.670 yang diprediksi bakal naik ke 4.800 dalam waktu dekat.

Bila investor tadi tak memiliki modal yang cukup untuk membeli 50 lot BBNI di harga 4.670, investor tersebut bisa membeli saham yang diinginkan di harga 4.800 dengan membayar semacam uang muka terlebih dahulu atau down payment (DP).