International Investor Club – Saham-saham di sektor properti berhasil menghijau pada perdagangan hari ini mengekor Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) yang terbang 0,99% pada perdagangan kemarin.

Diketahui sentimen untuk pasar modal memang sedang positif pasalnya muncul kabar kesuksesan vaksin Moderna yang ampuh hingga 94% tanpa efek samping yang berbahaya.

Baca Juga: CPO Tengah Heboh, Saham Sawit Diborong Investor

Saham Properti Bangkit

Bisnis Properti

Dampaknya, sektor properti berhasil menghijau sebab sektor ini menjadi salah satu sektor yang terpukul paling keras oleh pandemi. Dengan adanya harapan akan hidup normal kembali maka investor mulai masuk ke saham-saham properti sehingga harganya mulai merangkak naik.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, dari 7 emiten properti dengan kapitalisasi pasar mumpuni dan likuiditas yang baik lima diantaranya berhasil menghijau, satu stagnan, dan hanya satu yang terkoreksi.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) yang berhasil terbang 8,38% ke level harga Rp 194/unit. ASRI berhasil terbang karena sentimen tambahan yakni ASRI baru saja selesai merampungkan restrukturisasi global bond sehingga terhindar dari bahaya gagal bayar.

Selain ASRI perusahaan properti lain hanya hijau,saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melesat 2,58% ke level Rp 795/unit. Lalu saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 2,27%yang masih stagnan di level Rp 135/unit.

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 1,46% ke harga Rp 488/unit, dan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 1,11% ke harga Rp 901/unit.

Sedangkan koreksi hanya dibukukan oleh emiten properti grup Sinarmas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang terkoreksi 0,92% ke level Rp 1.080/unit.

Perkembangan Positif Vaksin

Bisniscom (doc.)

Kabar baik untuk pasar modal datang dari perusahaan bioteknologi asal AS yakni Moderna yang mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dengan platform yang sama dengan Pfizer dan BioNTech yang menggunakan molekul RNA. Kandidat vaksin Covid-19 Moderna disebut punya tingkat keampuhan 94,5%.

Presiden Moderna Stephen Hoge, dalam wawancara telepon dengan Reuters mengungkapkan:

“Kami akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan Covid-19.”

Analisis sementara Moderna didasarkan pada 95 infeksi di antara peserta uji coba yang menerima vaksin atau plasebo. Hanya lima infeksi terjadi pada sukarelawan yang menerima vaksin mRNA-1273, yang diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 28 hari.