Jokowi Effect?

International Investor Club – Harga saham pertambangan, terutama pertambangan batu bara kembali melesat pada perdagangan awal pekan ini mengikuti harga komoditasnya yang terus menanjak ke level tertingginya selama 7 bulan terakhir.

Baca Juga: Asing Ramai Lepas Saham Rokok, Kecewa dengan Cukai?

Jokowi dan RPP Minerba

Indonews (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, usut punya usut ternyata kenaikan saham batu bara tidak hanya datang dari melesatnya komoditas batu legam, kabar yang beredar di kalangan para pelaku pasar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Mineral dan Batu Bara (Minerba) akan diundangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) paling lambat bulan depan bahkan bisa jadi akan diundangkan akhir bulan ini.

Tentu saja hal tersebut menjadi sentimen positif bagi saham emiten batu legam tersebut. Apalagi harga batu bara dunia sedang melesat setelah muncul kabar dua kandidat vaksin Covid-19 yang memiliki efektivitas di atas 90%.

Dengan pulihnya kembali perekonomian pasca vaksinasi massal, tentunya roda perekonomian akan berputar terutama di sektor industri dan manufaktur dimana sektor inilah yang menjadi salah satu konsumen terbesar batu bara.

Tercatat seluruh emiten batu bara raksasa yang melantai di bursa efek berhasil menghijau pada perdagangan awal pekan ini.

Kenaikan sendiri dipimpin oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) yang berhasil terbang 16,24% ke level Rp 1.360/unit sedangkan saham batu legam lain dengan kenaikan besar yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang berhasil terbang 6,17% ke level Rp 1.290/unit.

Saham Batu Bara Melonjak

Batu Bara

Jokowi Effect – Untuk saham batu bara raksasa Pelat Merah yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga berhasil naik 4,11% ke level harga Rp 2.280/unit.

Sedangkan saham batu bara sejuta umat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil bangkit dari level terendahnya yang diijinkan regulator dan naik 6% ke level harga Rp 53/unit.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) tengah menyusun tiga Peraturan Pemerintah (PP), peraturan turunan untuk melaksanakan Undang-Undang (UU) No.3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin mengatakan pihaknya kini sedang melakukan harmonisasi salah satu Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut, yakni RPP tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.