International Investor Club – Saham PT Properti Tbk (PPRO) jadi perhatian dalam sepekan terakhir. Harga saham anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melaju kencang memimpin kenaikan harga saham dari sektor properti.

Baca Juga: Obligasi pada 2021 Kinerjanya Diprediksi Tetap Bertumbuh Positif

PPRO Meroket

PPRO

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Pada perdagangan pagi kemarin, harga saham PP Properti kembali melaju kencang dan tercatat melesat 30% ke harga Rp 91/unit. Transaksi saham ini juga relatif besar, hingga pukul 09.24 WIB, nilai transaksi mencapai Rp 105,25 Miliar dengan volume 1,28 miliar saham yang ditransaksikan.

Dalam sepekan saham PPRO tercatat sudah mengalami kenaikan 75%, kenaikan harga yang cukup fantastis diantara saham-saham properti.

Dari sisi kinerja, perseroan belum melaporkan perkembangan kinerja kuartal III-2020. Hingga semester I-2020 capaian kinerja perseroan sebenarnya kurang memuaskan. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan PP Properti di enam bulan pertama 2020 ini hanya Rp 772,47 Miliar. Capaian tersebut turun 11,7% secara tahunan (yoy) dibanding realisasi pendapatan semester I-2019 yang sebesar Rp 874,83 Miliar.

Penurunan pendapatan tersebut membuat laba bersih alias laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk tercatat turun 67,59% yoy dari Rp 158,53 Miliar menjadi Rp 51,38 Miliar di akhir Juni 2020.

Selain karena turunnya pendapatan usaha, penurunan laba bersih juga disebabkan oleh naiknya beban pokok penjualan. Di semester I-2020 beban pokok PP Properti tercatat sebesar Rp 634,9 Miliar, atau naik 2,45% dari Rp 619,72 Miliar di semester I-2019.

Faktor Fundamental

Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia pun dijabarkan, penghasilan lain-lain PPRO juga turun signifikan dari Rp 3,62 Miliar menjadi Rp 905,08 Juta. Di semester I-2020, PPRO juga tidak mencatatkan bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama. Padahal di semester I-2019, pos tersebut menyumbang Rp 248,07 Miliar ke kinerja PPRO.

Turunnya kinerja PPRO juga disebabkan oleh naiknya beban keuangan dari Rp 29,27 Miliar menjadi Rp 31 Miliar di semester I-2020. Serta adanya beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 222,24 Juta.

Di sisi lain, PPRO tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp 13,81 Triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 7 Triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 6,8 Triliun. Sedangkan ekuitas PPRO tercatat sebesar Rp 4,76 Triliun.

Saat ini kas dan setara kas PP Properti tercatat sebesar Rp 215,31 Miliar. Turun dari posisi awal yang sebesar Rp 516,02 Miliar. Posisi kas tersebut disumbang oleh perolehan dana dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 514,11 Miliar.

Kemudian PPRO menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 163,62 Miliar dan untuk investasi sebesar Rp 651,2 Miliar.