International Investor Club – Saham-saham perseroan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melesat pada perdagangan kemarin, bahkan kenaikanya melebihi indeks acuan yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik hingga 1% sebelum menukik ke zona merah dan kembali menghijau.

Baca Juga: Jokowi Jadi Pemicu Menghijaunya Saham Batu Bara. Ada Apa Ya?

Saham BUMN Tetap Hijau

Saham BUMN

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, hal ini sendiri ditunjukkan oleh kemampuan indeks BUMN20 yang biasanya menjadi indeks acuan performa perusahaan-perusaahan milik negara yang berhasil naik 1,31% meskipun saat ini IHSG hanya mampu naik 0,44%. Kenaikan indeks BUMN20 jauh lebih tinggi dibanding indeks acuan lainya seperti LQ45 yang hanya mampu terbang 0,71%.

Kenaikan ini sendiri terjadi di tengah optimisme para pelaku pasar setelah indeks acuan bursa New York, Dow Jones menemus level tertinggi sepanjang masanya yakni 30.000.

Dalam data perdagangan tercatat, dua belas BUMN terpantau berhasil terapresiasi, tiga emiten lain terpantau stagnan dan hanya lima yang terkoreksi, meskipun koreksi yang dibukukan tergolong tipis.

Kenaikan saham BUMN konstituen BUMN20 tertinggi dipimpin oleh PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) yang naik 6,09% ke level Rp 1.045/unit.

Di posisi kedua muncul BUMN dengan kapitalisasi pasar tebesar di bursa yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melesat 2,88% ke level Rp 4.320/unit.

Berberapa emiten BUMN yang stagnan seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Sedangkan koreksi paling parah dibukukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang ‘hanya’ terkoreksi 1,21% ke level harga Rp 1.220/unit.

Aksi Investor Asing

Investor Asing Obligasi
Pasardana ID (doc.)

Selain itu, di tengah penurunan IHSG kemarin, rupanya asing diam-diam masuk ke bursa lokal lewat pasar negosiasi melalui pembelian saham PT Super Energy Tbk (SURE). SURE sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan minyak dan gas yang melantai di BEI pada Oktober 2018 silam di harga Rp 156/unit.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, tercatat pada pukul 9:06 hingga 9:47 WIB investor asing melalui broker Sucor Sekuritas (AZ) melakukan total pembelian 5.001.907 lot saham SURE di rentang harga Rp 1.254/unit hinga Rp 1.260/unit dengan rata-rata pembelian di harga Rp 1.257,27. AZ sendiri melakukan pembelian SURE dari broker PT Lotus Sekuritas (YB).

Total dana yang dikeluarkan asing untuk menebus transaksi tersebut mencapai Rp 278 Miliar. Harga saham SURE sendiri kemarin terpantau terapresiasi 1,77% ke level harga Rp 2.880/unit.