International Investor Club – Menjelang akhir tahun 2020, optimisme industri properti di Indonesia meningkat yang terlihat dari sisi penyedia suplai.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita dalam keterangan tertulisnya dalam sajian BeritaSatu mengungkapkan:

“Menurut data Rumah.com Indonesia Properti Market Indeks – Suplai (RIPMI-S) pada kuartal ketiga 2020, indeks suplai properti di Indonesia sebesar 144,7 atau meningkat tajam 10% dari kuartal sebelumnya dan 25% secara tahunan.”

Baca Juga: Saham BUMN Tetap Meroket Disaat Menteri Edhy Ditangkap KPK

Properti Bangkit Perlahan

Properti

Marine pun menerangkan bahwa suplai properti pada tahun ini menunjukkan penurunan pada kuartal pertama, tetapi secara berturut-turut menunjukkan kenaikan pada kuartal kedua dan ketiga.

“Peningkatan tertinggi terlihat pada kuartal ketiga 2020 sekaligus tertinggi selama tiga tahun terakhir.”

Suplai properti residensial terbesar dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32% dari total suplai nasional. Sementara Jawa Barat menyumbang suplai 28% diikuti Banten (17%) dan Jawa Timur (14%).

Adanya peningkatan drastis indeks suplai properti memberikan keuntungan konsumen, dimana kuartal ini masih tetap menjadi buyer’s market. “Membeli rumah di situasi seperti ini mungkin bukan keputusan ideal, tetapi bagi yang sudah siap secara finansial, keputusan sebaiknya diambil sekarang,” kata dia.

Dia mengatakan, keputusan membeli properti saat buyer’s market seperti ini sangat tepat diambil khususnya bagi pasangan muda. Apalagi mereka yang baru menikah di masa pandemi, sehingga bisa berhemat biaya resepsi dan dialihkan untuk membeli rumah.

Alasan Pemulihan

Properti Berkembang Pesat 2020

Dalam sajian BeritaSatu dijabarkan, fakta tersebut diatas juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, dimana sekitar 63% responden menyatakan bahwa belum menikah menjadi salah satu alasan untuk belum keluar dari rumah orangtua. Angka ini naik dari level 46% responden yang dinyatakan pada semester sebelumnya.

Selain itu, 52% pasangan muda pada rentang usia 22-29 tahun menyatakan harus menunda transaksi properti di masa pandemi seperti sekarang ini. Padahal kelompok usia tersebut saat ini memiliki intensi yang lebih tinggi untuk memiliki rumah. Hal ini seperti dinyatakan oleh 44% responden survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020.

Bagi pasangan muda yang sedang mencari hunian incaran bisa mempertimbangkan beberapa area yang dianggap prospektif dengan pilihan yang banyak dari sisi suplai dan harga yang belum naik terlalu tinggi seperti area Kota Tangerang dimana saat ini harga propertinya masih berada pada kisaran Rp 12,5 Juta per meter persegi. Sedangkan harga rumah di Jakarta Barat mencapai Rp 23,8 Juta per meter persegi atau hampir dua kali lipat.

Marine pun mengungkapkan:

“Perkembangan Kota Tangerang saat ini sangat pesat, infrastruktur transportasi dan fasilitas umum terus bertambah. Dengan harga yang lebih rendah namun fasilitas yang tak kalah lengkap, konsumen mulai melirik Kota Tangerang sebagai alternatif Jakarta Barat.”

Menurut Marine, harga properti di Kabupaten Tangerang saat ini berkisar Rp 7,6 Juta per meter persegi, sementara Bekasi masih Rp 9 Juta per meter persegi. Harga ini tentu jauh lebih rendah jika dibandingkan harga properti di DKI Jakarta yang minimal berada di kisaran Rp 22 Juta per meter persegi. Sama seperti Kota Tangerang, kawasan ini juga mengalami pembangunan infrastruktur transportasi yang pesat sehingga aksesnya menjadi lebih mudah,” katanya.

Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cipondoh menjadi dua area yang paling prospektif di wilayah Kota Tangerang pada kuartal ketiga tahun ini. Tangerang dan Cipondoh menawarkan peluang terbaik bagi konsumen. Berdasarkan analisis Rumah.com, kedua area ini memiliki fasilitas umum yang lengkap dan beragam pilihan akses transportasi umum dan pribadi.

Meskipun Cipondoh tidak memiliki banyak fasilitas umum di dalamnya, tetapi karena letaknya yang tepat bersebelahan dengan Jakarta Barat, penghuni di area ini dimanjakan dengan beragam fasilitas seperti mal, pusat perbelanjaan, dan fasilitas kesehatan kelas menengah atas dari Jakarta Barat. Sedangkan Kecamatan Tangerang menjadi pusat Kota Tangerang, sehingga fasilitas umum dan infrastrukturnya pun lengkap.