International Investor Club – Saham-saham emiten rokok ‘terbakar’ alias ambles pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi kedua 10 Desember, setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan kenaikan tarif cukai tembakau pada 2021 mendatang.

Baca Juga: Inilah Kiat-Kiat Investasi Reksadana Dimasa Pandemi

Saham Rokok Ambles

Saham Rokok
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita CNN Indonesia dijabarkan, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terjun bebas menembus batas auto reject sebesar 6,96 persen, menetap di level 1.670 dari pembukaan pagi itu di 1.805.

Investor asing terlihat beramai-ramai melepas HMSP. Tercatat saham dijual hingga Rp 28,3 Miliar kemarin.

Perusahaan raksasa PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pun tak luput dari badai kabar buruk tersebut. Saham GGRM anjlok 6,99 persen menjadi 44.275 dari posisi buka di 48.000. Saham dilepas massal, dan mencetak jual bersih sebesar Rp 66,14 Miliar.

Tak hanya perusahaan rokok, produsen tembakau pun jadi sasaran. PT Indonesian Tobbaco Tbk (ITIC) dilepas oleh pelaku pasar lokal, mengakibatkan koreksi sebesar 5,29 persen menjadi 895 per saham.

Namun, asing juga masih mencatat beli, sepanjang hari pelaku asing membeli sebesar Rp 32,71 Juta.

Imbasnya, IHSG merah pada pembukaan sesi II. Di level terendahnya, indeks saham menyentuh level 5.932. Namun, tampak berangsur membaik. Pada pukul 14:40 WIB indeks terkoreksi 0,18 persen menjadi 5.933.

Diketahui, tarif cukai hasil tembakau (CHT) resmi naik dengan rata-rata kenaikan 12,5 persen pada 2021. Ini berlaku efektif per 1 Februari 2021 mendatang.

Karena Cukai

asing rokok cukai
Industry (doc.)

Namun, asing juga masih mencatat beli, sepanjang hari pelaku asing membeli sebesar Rp32,71 juta.

Imbasnya, IHSG merah pada pembukaan sesi II. Di level terendahnya, indeks saham menyentuh level 5.932. Namun, tampak berangsur membaik. Pada pukul 14:40 WIB indeks terkoreksi 0,18 persen menjadi 5.933.

Diketahui, tarif cukai hasil tembakau (CHT) resmi naik dengan rata-rata kenaikan 12,5 persen pada 2021. Ini berlaku efektif per 1 Februari 2021 mendatang.

Sementara itu, disisi lain diberitakan, perusahaan manufaktur kosmetik, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 1,008 miliar sahamnya ke publik dengan harga Rp 100/saham. Dana hasil penawaran umum ini akan digunakan perusahaan untuk modal kerja perusahaan.