Sri Mulyani

International Investor Club – Kinerja pasar saham dan pasar obligasi dinilai telah pulih dari dampak yang ditimbulkan akibat pandemi virus corona. Perlahan, aliran modal asing pun disebut telah masuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga: WSKT Targetkan Kontrak Baru Rp 31,6 Triliun di Tahun 2021

Pernyataan Sri Mulyani

sri mulyani
Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir tahun 2020 telah kembali ke kisaran 6.000. Perbaikan ini terjadi setelah volatilitas pasar yang tinggi pada periode April – Mei 2020 lalu.

Dalam paparan kinerja APBD 2020, ia mengungkapkan:

“Pada April 2020, Indonesia mencatat capital outflow $ 10 miliar.”

Selain itu, tren positif juga terjadi pada pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN). Ia mengatakan, tingkat imbal hasil SBN seri acuan (benchmark) 10 tahun telah turun hampir 30 persen dari titik tertinggi pada 24 Maret 2020. Adapun, tingkat kepemilikan asing masih berada di kisaran 25 persen.

Sementara itu, obligasi negara dengan mata uang dolar AS mencatatkan perbaikan signifikan dari sisi yield. Posisi imbal hasil dollar bond milik pemerintah pada 30 Desember 2020 terpantau pada level 2,02 persen setelah berada pada titik terendahnya sebesar 1,86 persen pada 27 November 2020.

“Memang masih ada risiko obligasi pemerintah dari sisi currency rate. Oleh karena itu, nila rupiah harus stabil,” lanjutnya.

Upaya Pemerintah

JAKARTA, Indonesia. February 22, 2018: Beautiful scenery of National Monument with city skyline

Ia melanjutkan, aliran dana yang masuk juga mulai menunjukkan tren perbaikan pada kuartal IV/2020. Meski demikian, secara kumulatif Indonesia masih mencatatkan capital outflow sebesar Rp 138,1 Triliun.

“Untuk menjaga tren ini, upaya pemerintah mengendalikan virus corona sangat diperlukan. Oleh karena itu, disiplin protokol kesehatan harus selalu dilakukan agar virus dapat dikendalikan,” tuturnya

IHSG gagal melanjutkan tren positif di awal tahun setelah ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (6 Desember) seiring dengan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 71,66 poin atau 1,17 persen ke level 6.065,68. Indeks sempat menguat sebentar di awal perdagangan sebelum tersungkur ke zona merah satu jam selepas perdagangan dibuka.

Pada sesi pertama, IHSG ditutup melemah 48,97 poin atau 0,8 persen ke level 6.088,37. Di awal sesi kedua, IHSG makin kedodoran, bahkan sempat mencetak koreksi 2,36 persen. IHSG bergerak di rentang 5.987,78 hingga 6.166,62 sepanjang perdagangan.