International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (ADHI) Tbk. yang dilakukan mulai sesi I perdagangan 7 Januari 2021 sampai pengumuman bursa lebih lanjut.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam keterbukaan informasi mengungkapkan:

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.”

Lonjakan pada ADHI

Media BUMN (doc.)

Otoritas bursa mengimbau pihak-pihak yang berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Bila diperhatikan, dalam 3 bulan terakhir terjadi lonjakan signifikan pada harga saham ini yaitu 225%, dari Rp 552 per lembar pada 10 September 2020 naik ke Rp 1.795 pada 6 Januari 2021.

Pada Desember lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengawas pasar modal menginterogasi manajemen Adhi Karya lantaran sahamnya dalam sebulan melesat begitu signifikan.

Saham emiten ini pada penutupan perdagangan terakhir di jumat 4 Desember 2020 sudah berada di level Rp 1.275. Itu merupakan level paling tinggi di tahun ini.

Bahkan sampai BEI menyatakan pergerakan saham ADHI masuk dalam kategori pergerakan di luar normal atau unusual market activity (UMA) pada 3 Desember 2020.

Pergerakan Tidak Wajar

Suspensi Saham
Tempo (doc.)

Selain menjatuhkan UMA, BEI juga melayangkan beberapa pertanyaan kepada manajemen terkait pergerakan saham tersebut. Manajemen pun menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan.

Direktur Keuangan ADHI Agung Dharmawan mengungkapkan:

“Kenaikan harga saham Perseroan sejalan dengan kenaikan harga IHSG di mana katalis ekonomi makro lebih baik, seperti peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur di tahun 2021 dan perkembangan terkait vaksin COVID-19.”

Manajemen juga menyatakan tidak mengetahui jika adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang mungkin bisa menggerakkan saham ini.

Sebelumnya, pada Desember lalu, Pemimpin Pesantren Daarul Qur’an, Ustaz Yusuf Mansur menyarankan investor untuk mengamankan saham-saham BUMN Karya, yakni PT AdhiKarya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam cuitannya, iya mengatkakan:

“WASKITA dan AdhiKarya… Saya feeling banget. Pegangin aja sahamnya. 2021 beda. lnsyaaAllah.”