International Investor Club – Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy hingga Rp 2,43 Triliun pada perdagangan Senin (11 Januari). Investor asing terpantau telah memborong saham-saham perbankan.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Genggam GJTL, Harga Langsung Bangkit! Prospekkah?

Asing Borong saham

saham asing investor
Pluang (doc.)

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mendorong investor asing memborong saham-saham domestik.

Belum lagi, pasar juga sangat mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ia pun mengungkapkan:

“Optimisme terhadap recovery perekonomian baik domestik maupun global disikapi positif oleh para pelaku pasar. Apalagi, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.”

Hal itu dinilai menjadi bekal yang baik bagi saham-saham domestik untuk melanjutkan penguatannya dan terus diburu investor asing.

Adapun, berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan atau IHSG berhasil parkir di level 6.382,938, naik 2 persen pada penutupan perdagangan awal pekan ini.

Investor asing mencatatkan net buy hingga Rp 2,43 Triliun dengan sasaran utama aksi beli terhadap saham-saham perbankan.

Investor asing tampak memburu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar Rp 670,1 Miliar, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga Rp 503,8 Miliar, dan saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) sebesar Rp 265,5 Miliar.

Optimisme Investor

saham BUMN
Kompas (doc.)

Selain itu, optimisme investor asing juga didukung setelah Kongres AS mengesahkan kemenangan presiden terpilih, Joe Biden. Kepastian politik itu semakin memperkuat optimisme pasar terhadap adanya potensi penggelontoran stimulus AS lebih lanjut di bawah pemerintahan Joe Biden.

Semakin banyak likuiditas di pasar, dolar AS semakin melemah dan membuat investor beralih ke pasar keuangan negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Di sisi lain, euforia penyelenggaraan vaksinasi massal juga disikapi positif oleh para pelaku pasar sehingga berhasil membuat IHSG melaju kencang.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu (13 Januari). Proses vaksinasi Presiden akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah media nasional.