International Investor Club – PT Bank Net Indonesia Syariah, yang sebelumnya bernama PT Bank Maybank Syariah Indonesia, tengah bersiap menyelesaikan proses penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO).

Baca Juga: IRRA Masuk UMA Setelah Harga Melesat Tajam bak Roket!

Bank Net Syariah IPO

bank net syariah
Republika (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, bank ini akan melepas 5 miliar saham atau setara dengan kepemilikan 37,90% dari modal disetor setelah penawaran umum saham.

Jika tercatat, Bank Net Syariah akan masuk dalam deretan bank syariah yang sudah tercatat lebih dahulu yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS).

Direktur Bank Net Indonesia Syariah Basuki Hidayat mengatakan harga saham perusahaan dipatok pada Rp 103 – Rp 105/ saham dengan nominal Rp 100/ saham. Sehingga nanti dana yang didapat dari aksi korporasi ini kisaran Rp 515 Miliar – Rp 525 Miliar.

Dalam siaran pers, Basuki mengungkapkan:

“Keseluruhan dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja seperti biaya pemeliharaan IT dan penunjangnya dan modal kerja lainnya, hal ini sejalan dengan rencana strategis bank yang akan bertransformasi menjadi bank digital.”

Waran

Saham

Bersamaan dengan pencatatan saham baru ini, perusahaan juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 2,8 miliar atau setara dengan 34,175% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Waran ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru dengan perbandingan 25 saham baru akan mendapatkan 14 waran seri I.

Direktur Investment Banking PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, Amir Suhendro Samirin selaku penjamin emisi efek mengatakan bahwa perusahaan telah mendapatkan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 8 Januari 2021. Ia menerangkan:

“Kami berkeyakinan bahwa proses bookbuilding [pembentukan harga penawaran] ini akan mendapat respon yang bagus dari pasar serta dapat terserap dengan baik walaupun di tengah masa pandemi covid-19 ini.”

Berdasarkan prospektusnya, proses bookbuilding dilakukan mulai dari tanggal 11-18 Januari 2021 dan penawaran umum akan dilakukan pada 26 Januari-28 Januari 2021.

Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan akan dilakukan pada 2 Februari 2021.

Untuk diketahui, Bank Net Indonesia Syariah ini sebelumnya bernama Bank Maybank Syariah Indonesia.

Saat ini pemegang saham perusahaan adalah PT NTI Global Indonesia (NTI) dan PT Berkah Anugerah Abadi (BAA). Akuisisi perusahaan dilakukan awal tahun lalu, tepatnya pada 31 Januari 2020.

NTI membeli 661.548 saham Bank Net Indonesia Syariah dengan kepemilikan sebesar 70%, sementara BAA membeli 283.521 atau 30% saham Bank Net Syariah.

Hingga akhir Juli 2020 lalu bank ini mencatatkan laba bersih senilai Rp 59,97 Miliar, naik dari posisi laba di periode yang sama tahuh sebelumnya senilai Rp 33,48 Miliar.

Pada periode tersebut, perusahaan memiliki modal inti senilai Rp 652,78 Miliar.