ARB pada Saham Farmasi

International Investor Club – Harga saham-saham yang bergerak di sektor farmasi anjlok parah pada perdagangan hari Rabu kemarin (13 Januari), meskipun muncul sentimen positif di mana BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Baca Juga: Bank Net Syariah IPO Ratusan Miliar, Saingannya BRIS Nih!

Saham Farmasi Malah ARB

Saham Farmasi
Glints (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi orang pertama yang disuntik pada hari Rabu kemarin, bersama dengan jajarannya di Istana Negara. Semua berjalan dengan baik, tapi tak begitu dengan saham-saham farmasi.

Data BEI mencatat, terjadi koreksi saham-saham farmasi, bahkan terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melenggang di zona hijau karena merespons kabar positif ini. IHSG terpantau melesat 0,62%.

Terpantau dari 7 emiten farmasi dan sektor pendukungnya seluruhnya ditransaksikan di zona merah bahkan seluruhnya anjlok menyentuh level terendah yang diijinkan oleh bursa alias ARB (auto reject bawah).

Koreksi terparah dibukukan oleh emiten farmasi berkapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terkoreksi 6,85% ke level Rp 1.565/ unit.

Selanjutnya duo anak usaha Bio Farma yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga terpaksa anjlok, saham keduanya terkoreksi 6,81%

Berguguran!

Saham BUMN
Berita Satu (doc.)

Terpantau PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga anjlok hingga 6,76% ke level Rp 1.380/ unit. Sedangkan emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang terkoreksi 6,76% ke level Rp 3.450/ unit.

Koreksi saham farmasi terjadi di tengah sentimen terkait vaksin Covid-19 masih menjadi faktor utama penggerak pasar hari ini. Setelah BPOM memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Sebelumnya pada Desember lalu Indonesia berhasil mengamankan sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Sebelumnya, ada tambahan 15 juta bahan baku vaksin tiba di Tanah Air.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi sadikin mengatakan bahwa bahan baku tersebut akan langsung diproses dalam laboratorium milik Bio Farma untuk kembali ditindaklanjuti. Bio Farma memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memproduksi vaksin.