International Investor Club – Lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) direncanakan bakal beroperasi pada akhir Januari ini. SWF akan menjadi faktor penting untuk mengatasi financing gap antara anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dengan anggaran APBN yang terbatas.

Baca Juga: Asing Borong Rp 2,3 T Saham Farmasi, Emiten Apa Itu?

Emiten yang Kemungkinan Diuntungkan SWF

swf
Okezone (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, lembaga ini nantinya akan menarik pihak asing untuk berpartisipasi atau berinvestasi ke proyek infrastruktur melalui akuisisi proyek yang sudah operasional atau ikut dalam konsorsium untuk mendanai proyek baru.

Analis Sucor Sekuritas, Joey Faustian mengungkapkan:

“Tentunya ini akan membantu meringankan tekanan ke neraca keuangan para kontraktor BUMN yang sudah cukup ketat.”

Salah satu keringanan ini dapat dirasakan melalui divestasi aset jalan tol ataupun partisipasi investor asing dalam permodalan dan pembangunan proyek baru ke depannya. Dus saham yang paling diuntungkan saat ini adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan aset jalan tol yang paling banyak.

“Namun secara keseluruhan sektor konstruksi akan mendapatkan sentimen positif dari terbentuknya dan beroperasinya SWF. Tapi untuk konstruksi swasta tidak terlalu berdampak karena tidak banyak yang terlibat ke proyek infrastruktur,” kata Joey.

Dus, untuk saham-saham yang diuntungkan, Joey memberikan outlook overweight dengan target harga yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rp 2.400, PT PP Tbk (PTPP) Rp 2.500, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Rp 2.100 dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Rp 1.850.

Emiten Jalan Tol

Oto Driver (doc.)

Selain itu, Joey Faustian pun mengatakan, SWF akan menjadi faktor penting untuk mengatasi financing gap antara anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dengan anggaran APBN yang terbatas. Lembaga ini nantinya akan menarik pihak asing untuk berpartisipasi atau berinvestasi ke proyek infrastruktur melalui akuisisi proyek yang sudah operasional atau ikut dalam konsorsium untuk mendanai proyek baru.

 Positifnya sentimen ini akan mempengaruhi tren saham dalam jangka panjang dan juga berdampak karena jika sektor ini berkembang dan tumbuh, maka sektor lain pun bisa juga terkena dampaknya seperti periwisata, BBM, dan lain sebagainya. Bagaimana menurut pembaca?