BJTM

International Investor Club – Salah seorang direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur alias Bank Jatim (BJTM) tekah melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia kemarin (19 Januari), Erdianto Sigit Cahyono melaporkan perubahan kepemilikan saham BJTM. Erdianto merupakan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jatim. Transaksi penjualan dilakukan pada 15 Januari 2020.

Baca Juga: Jangan Ditiru! Banyak Investasi Saham dari Utang Pinjol & Gadai BPKB

Direksi BJTM Lego Saham

BJTM
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, Erdianto melepas 5.000 saham BJTM di harga Rp 970. Dengan demikian, porsi kepemilikannya menciut dari 55.000 lembar saham menjadi 50.000 lembar atau setara dengan 0,0003330 persen.

“[Tujuan dari transaksi] investasi. [Status kepemilikan saham] langsung,” ujarnya seperti dikutip dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham BJTM tengah berada dalam tren positif dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga naik 16,67 persen ke posisi Rp 840 sepanjang periode tersebut.

Penguatan harga saham BJTM terjadi setelah rekomendasi yang dipublikasikan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, lewat akun Twitter. Pertimbangan utama pendiri lembaga edukasi investasi saham rakyat itu yakni valuasi price to earning ratio (PER) di kisaran 7,5 kali serta return on equity di kisaran 13 persen.

Berdasarkan paparan publik pada pertengahan Desember 2020, BJTM mengklaim pendapatan bunga bersih mereka hingga pengujung November 2020 telah mencapai Rp 3,77 Triliun. Realisasi itu tumbuh 2,38 persen secara year-on-year (yoy) dari posisi Rp 3,68 Triliun.

Dari segi laba bersih, capaian perusahaan juga membaik. Secara total, perseroan meraup laba bersih Rp 1,33 Triliun sepanjang 11 bulan pertama 2020, naik 1,07 persen dari posisi Rp 1,32 Triliun secara yoy.

Dividen

Dividen Saham

Sebelumnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. telah menyampaikan pembagian deviden diakhir 2020 yang diperkirakan masih berada di kisaran 52% dari total laba bersih.

Dalam sajian berita Bisniscom, manajemen dalam keterbukaan informasi Bank Jatim mengungkapkan:

“Menurut kajian kami, pada dasarnya setiap tahun membagikan dividen dengan rata-rata 52%. Untuk ke depannya akan kami pertahankan walaupun di masa pandemi.”