International Investor Club – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyetujui sejumlah agenda rapat di antaranya persetujuan saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dialokasikan untuk saham karyawan alias skema management and employee stock option program (MESOP).

Baca Juga: BTEL Berpotensi Delisting, Apakah Ada yang Nyangkut di Saham Ini?

BBRI dan Buyback

BBRI
Alinea ID (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Direktur Utama Bank BRI Sunarso, usai RUPSLB virtual di Jakarta, mengungkapkan:

“Menyetujui [saham] buyback sebagai saham treasuri sebanyak 16,40 juta dalam rangka program kepemilikan saham pekerja [MESOP].”

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui Peraturan Menteri (Permen) BUMN RI No. PER-08/MBU/12/2019 tanggal 12 Desember 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN dan mengukuhkan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha Milik Negara.

Adapun pengalihan saham hasil buyback selama masa pandemi, di mana saham tersebut masih disimpan sebagai saham treasuri, memang menjadi satu dari sekian agenda RUPSLB.

Sebelumnya manajemen BBRI menyatakan pengalihan buyback saham akan dilakukan dengan memanfaatkan skema MESOP. Hal ini karena skema MESOP paling masuk akal dan memungkinkan karena saham yang dibeli karyawan masuk kategori saham tresuri (tresury stock).

Buyback Sebelumnya

BEI Buyback
Okezone (doc.)

Pada Juli 2020, Bank Rakyat Indonesia sudah merealisasikan buyback saham sebanyak 16.400.000 saham dengan merogoh kocek senilai Rp 47,25 Miliar pada periode pembelian 13 Maret hingga 12 Juni 2020.

Sekretaris Perusahaan BRI Amam Sukriyanto saat itu mengatakan harga rata-rata pembelian kembali saham perusahaan adalah Rp 2.881,34 per saham.

“Dengan demikian kami laporkan bahwa buyback oleh perseroan telah selesai dilaksanakan,” kata Amam dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15 Juli 2020). Amam, pada Kamis ini telah resmi diangkat sebagai Direktur Bisnis, Kecil, Ritel, dan Menengah BRI.

Berdasarkan data yang disampaikan pada Juli 2020, buyback tersebut dilakukan sebanyak 13 kali pembelian dengan harga saham berbeda-beda. Tapi secara rata-rata di level Rp 2.881/saham.

Pada 13 Maret 2020, manajemen BBRI menegaskan perseroan bersiap melakukan buyback saham dengan nilai sebanyak banyaknya Rp 3 triliun. BRI menunjuk Danareksa Sekuritas sebagai pelaksana transaksi buyback tersebut. Artinya buyback ini hanya 1,58% dari target awal.

Direktur Utama BRI Sunarso saat itu mengungkapkan, tujuan buyback saham tersebut adalah respons perseroan atas relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyikapi tekanan yang signifikan yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).