SWF

International Investor Club – Emiten sektor konstruksi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak hijau pada perdagangan Kamis Pagi (21 Januari), di tengah depresiasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indeks acuan pasar modal Tanah Air yang anjlok 0,4%.

Baca Juga: ARA dan ARB Itu Apa Sih? Investor Generasi Corona Wajib Tahu!

Pejabat SWF Diumumkan

swf
CNBC Indonesia (doc.)

Emiten konstruksi tetap melesat meski indeks acuan anjlok akibat sentimen positif setelah pemerintah merampungkan struktur nama-nama Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi alias Sovereign Wealth Fund (SWF) yang sudah diamanatkan sebelumnya dalam UU Cipta Kerja Omnibus Law di mana diprediksikan akan tiba pada pekan ini.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, data perdagangan mencatat, seluruh emiten konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya berhasil menghijau.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang berhasil naik 4,74% ke level Rp 1.880/unit.

Penguatan lain juga dibukukan juga oleh PT PP Tbk (PTPP) yang terapresiasi 3,35% ke level harga Rp 2.160/unit. Sedangkan emiten BUMN Konstruksi lain yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga naik 1,89% ke level Rp 1.885/unit.

Sedangkan penguatan paling minor dibukukan oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang terapresiasi 1,87% di level Rp 2.180/unit.

Sebelumnya, nama-nama Dewan Pengawas (Dewas) yang akan menjadi pimpinan di lembaga anyar pemerintah di sektor keuangan, Indonesia Investment Authority (INA) atau SWF alias Sovereign Wealth Fund akhirnya terungkap.

Mereka adalah Yozua Makes, Darwin Cyril Noerhadi, dan Haryanto Sahari. Ketiga nama ini akan mengawasi para Dewan Direktur SWF.

Siapa Mereka?

asing saham
Okezone (doc.)

Yozua Makes adalah seorang pengacara sukses yang sudah eksis selama 30 tahun di bidang Corporate Finance. Ia juga pengusaha yang membangun brand Plataran (Bisnis Perhotelan) pada 2009.

Sementara Darwin Cyril Noerhadi adalah Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris (Independen) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Direktur Utama/Senior Managing Director Creador Indonesia. Ia juga Komisaris di RS Hermina.

Sebelumnya, Darwin menjabat sebagai Managing Director/CFO PT Medco Energi Internasional Tbk, Partner PricewaterhouseCoopers Indonesia untuk Corporate Finance, Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI, dan Executive Director PT Danareksa.

Ia meraih gelar Doktor di bidang Strategic Management (cum laude) dari Universitas Indonesia, MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston, dan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung.

Sementara, Haryanto Sahari adalah Komisaris Independen Bank Permata. Ia lulusan Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1982.

Saat ini, Haryanto Sahari menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bukit Barisan Indah Prima sejak September 2011, Anggota Komite Audit di Universitas Indonesia sejak November 2016 dan PT Unilever, Tbk. sejak Oktober 2016.

Dewan pengawas SWF sesuai aturan terdiri dari 2 orang Menteri yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan 3 perwakilan profesional.

“Tiga nama itu yang dipilih Presiden sebagai calon Dewas Independen LPI. Maka sesuai dengan aturan dan mekanisme bahwa Presiden berkirim surat untuk melakukan rapat konsultasi dengan DPR. Sehingga hari ini kami menerima Pansel beserta tiga orang calon anggota Dewas Independen itu” ujar Ketua DPR Puan Maharani, yang didampingi Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, Rachmat Gobel, serta Muhaimin Iskandar.