Saturday, May 8, 2021

Komisaris Antam Jual Semua Sahamnya, Ada Apa Ya?

Must Read

SIDO Bertumbuh di Q1 2021, Bagaimana Prospeknya?

International Investor Club - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil menorehkan kinerja cemerlang...

INCO Jadi Rekomendasi Analis saat Harga Nikel Naik

International Investor Club - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kinerja yang cukup apik sepanjang kuartal I-2021....

Trading Forex – Analisa Teknikal GBPUSD 7 Mei 2021

GBPUSD Halo pembaca setia IIC, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk...
Kadek
Sarjana IT yang menyukai Dunia Finansial dan Properti karena potensi masa depannya

Antam

International Investor Club – Komisaris PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Arif Baharudin melaporkan telah menjual seluruh saham Antam yang dimilikinya pada 10 Februari 2021 lalu. Dari penjualan tersebut, Arif berhasil mengantongi dana senilai Rp 3,96 Miliar.

Baca Juga: Suhu Yo: Investasi & Saham Untung di Tahun Kerbau Logam

Komisaris Antam Jual Semua Sahamnya

antam
Tempo (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, sebelumnya Arif memiliki 1,390 juta saham Antam atau dengan kepemilikan sebanyak 0,0058%.

Penjualan ini dilakukan di harga Rp 2.850/ saham dengan tujuan transaksi adalah trading.

Dengan penjualan ini maka saat ini Arif sudah tak lagi memiliki saham di Antam.

Pekan lalu, Arif baru saja memborong sebanyak 400.000 saham ANTM dengan tujuan investasi langsung dengan harga Rp 2.500/saham dan mengeluarkan dana Rp 1 miliar.

Berdasarkan surat pemberitahuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Arif melakukan pembelian pada 2 Februari lalu.

Situs Antam mencatat, Arid diangkat sebagai Komisaris sejak 24 April 2019 berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.

Sekedar informasi, sebelum diangkat sebagai Komisaris di Antam, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal (2013-2015), Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal (2015-2017), dan Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal (2017-sekarang).

Dia memiliki pendidikan di Universitas Brawijaya lulus di tahun 1991 dan memperoleh Magister Business Administration dari University of Denver – Daniels College of Business di tahun 1998.

Dia tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan pemegang saham utama.

Genjot Produksi

emas antam
Pikiran Rakyat (doc.)

Selain itu, perusahaan tahun ini berfokus pada pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama, yakni feronikel, bijih nikel, emas dan bijih bauksit. Dalam keterangan resminya, perusahaan menargetkan produksi emas sepanjang 2021 sebanyak 1,37 ton emas dari tambang Pongkor (Bogor, Jawa Barat) dan Cibaliung (Banten) dan target penjualan sebanyak 18 ton emas.

Sebagai perbandingan, tahun lalu secara akumulatif, capaian kinerja unaudited produksi dan penjualan emas Antam sepanjang 2020 masing-masing sebesar 1.672 kg atau 1,67 ton (53.756 t oz) dan 21.797 kg atau 21,79 ton (700.789 t oz). Artinya target tahun ini target produksi turun 17,9% dan target penjualan turun 17,39%.

Penjualan emas 2020 ini turun sebesar 36% dari tahun sebelumnya yakni sebesar 34.023 kg. Sedangkan, dari sisi produksi juga terkoreksi 17% dari tahun sebelumnya yakni 1,963 kg dari tambang yang sama.

Fokus perusahaan di tahun ini untuk emas adalah pengembangan basis pelanggan logam mulia dalam negeri seiring dengan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas dan permintaan emas domestik.

Sedangkan untuk produksi dan penjualan feronikel tahun ini ditargetkan sebanyak 26 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi). Target ini tak jauh berbeda dari capaian produksi dan penjualan di tahun lalu yang masing-masing 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

“Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi produksi pabrik feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara,” tulis keterangan perusahaan.

Selanjutnya untuk komoditas bijih nikel tahun ini ditargetkan dapat diproduksi sebanyak 8,44 juta wet metric ton (wmt). Jumlah produksi ini naik signifikan 77% dari capaian produksi unaudited perusahaan di 2020 yang sebanyak 4,76 juta wmt. Peningkatan produksi bijih nikel ini sebagai bahan baku feronikel untuk dijual di pasar domestik.

Untuk target penjualannya diharapkan bisa mencapai 6,71 juta wmt, naik 104% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebanyak 3,30 juta wmt. Kenaikan penjualan ini seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan dalam negeri.

Terakhir adalah target penjualan bauksit yang diharapkan sebanyak 3 juta wmt, tumbuh 93% dibanding 1,55 juta wmt di tahun lalu.

Bauksit ini akan digunakan sebagai bahan baku produksi alumina dan penjualan ke pihak ketiga dengan target penjualan sebanyak 2,73 juta wmt, naik 122% dibanding realisasi tahun lalu yang sebanyak 1,23 juta wmt.

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

SIDO Bertumbuh di Q1 2021, Bagaimana Prospeknya?

International Investor Club - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil menorehkan kinerja cemerlang...

INCO Jadi Rekomendasi Analis saat Harga Nikel Naik

International Investor Club - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kinerja yang cukup apik sepanjang kuartal I-2021. Emiten produsen nikel tersebut tercatat...

Trading Forex – Analisa Teknikal GBPUSD 7 Mei 2021

GBPUSD Halo pembaca setia IIC, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading forex harian kita. Dimana...

Trading Forex – Analisa Teknikal XAUUSD 7 Mei 2021

XAUUSD Halo pembaca setia IIC, Hari ini, XAUUSD (GOLD) memiliki setup yang menarik untuk trading emas harian kita....

Trading Forex – Analisa Teknikal EURUSD 7 Mei 2021

EURUSD Halo pembaca setia IIC, Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading forex harian kita, dimana...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -