International Investor Club – PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) memberitahukan ke otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar public expose secara elektronik.

Langkah ini sebagai jawaban atas surat dari Bursa Efek Indonesia No. Peng-SPT-0028/BEI.WAS/02-2021. Lyvinia Sari, Sekretaris Perusahaan menuliskan:

“Bersama ini kami memberitahukan bahwa PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) akan menyelenggarakan public expose insidentil.”

Baca Juga: ICBP Borong Semua Saham PepsiCo, Untuk Apa?

BNBA dan Shopee

bnba
Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, Public expose itu sendiri akan dilaksanakan pada Selasa besok, 23 Februari.

Materi public expose dadakan ini akan disampaikan pada hari ini, saat pergerakan saham PT Bank Bumi Arta Tbk. terus melambung dan naik turun bagaikan kereta luncur.

Berdasarkan data Bloomberg, saham bank ini dibuka menguat 15 poin di level 1.180 pada perdagangan Jumat (19 Februari). Baru sebentar bel perdagangan berbunyi, saham BNBA langsung amblas menyentuh level auto reject bawah (ARB) ke posisi 1.085.

Saham BNBA sendiri baru dibuka kembali perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia karena terus mencetak kenaikan harga yang signifikan. Sebelum suspensi, saham Bank Bumi Arta (BNBA) sudah melonjak 142 persen dalam empat sesi terakhir.

Tidak butuh waktu lama bagi BNBA untuk bangkit. Hampir sejam perdagangan berjalan, saham BNBA tiba-tiba bangkit dan melesat hingga ke level 1.425 atau melonjak 16,32 persen. Di sesi pertama, saham BNBA parkir di zona hijau, menguat 5,15 persen ke level 1.225.

Spekulasi Investor

Saham BUMN pasar modal

Dalam catatan Bisniscom, pergerakan saham bank ini telah menjadi ajang spekulasi para investor seiring dengan kabar akuisisi bank oleh perusahaan induk Shopee, Sea Group. Perusahaan ini disebutkan akan mendirikan bank digital setelah mengakuisisi Bank Kesejahteraan Ekonomi. Manajemen Bank Bumi Arta dalam laporan ke BEI menyatakan tidak mengetahui rencana tersebut.

Bank digital adalah bisnis baru yang menarik karena cukup minimal satu kantor dan seluruh layanannya secara digital. Ketentuan bank digital saat ini sedang dalam proses. OJK memperkirakan ketentuan final sudah terbentuk ketika bank digital beroperasi.

Kemungkinan, hasil public expose ini akan menjadi dasar keputusan investor untuk melihat, apakah bank ini memang pantas untuk melonjak, atau akan mulai berguguran lagi!