International Investor Club – Emiten startup binaan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang fokus pada digital travel, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,99 miliar saham.

Baca Juga: BNBA Diisukan akan Diakuisisi Shopee? Inilah Aksi Perusahaan

Right Issue YELO

YELO
Merdeka (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Rights issue tersebut setara 262% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan pada 30 Maret 2021.

Perseroan berencana menggunakan dana hasil rights issue ini untuk mengambilalih 97,99% saham PT Abadi Harapan Unggul (AHU) sebanyak 975 ribu saham dengan nilai nominal Rp 100 ribu per saham atau sebesar Rp 101,12 Miliar.

Seperti diketahui, pada 10 Februari dan 17 Februari, perseroan telah menandatangani perjanjian pendahuluan dan addendum pertama, antara lain Passpod akan melaksanakan rights issue dan PT Artalindo Semesta Nusantara akan menerima HMETD yang dimiliki oleh pemegang saham utama perseroan.

Artalindo Semesta Nusantara

Rights Issue

PT Artalindo Semesta Nusantara akan menerima HMETD yang dimiliki pemegang saham utama YELO, PT Agung Inovasi Teknologi dengan kepemilikan 42,06% dan PT Prima Jaringan Distribusi dengan kepemilikan 17,33%. Kedua saham tersebut mewakili 59,39% dari total saham yang diterbitkan dan disetor penuh.

“Artalindo Semesta Nusantara (ASN) menyatakan akan melaksanakan HMETD yang diterima dengan melakukan pemasukan modal sejumlah 695.000 saham dengan nilai nominal Rp 100.000 per saham atau 69,85% dari seluruh jumlah saham yang disetor dalam Abadi Harapan Unggul,” ujar manajemen Passpod.

Sementara itu, Robby Tan, telah menyatakan menjadi pembeli siaga atau standby buyer atas sisa saham saham rights issue yang tidak diambil bagian oleh ASN.

Jika masih ada sisa saham dalam rights issue tersebut yang tidak dilaksanakan oleh masyarakat, maka akan diambil bagian oleh Robby Tan dengan menyetor saham Abadi Harapan Unggul melalui inbreng.

Namun demikian, apabila masyarakat melaksanakan haknya dalam rights issue, maka komposisi pemegang saham terbesar YELO akan digenggam oleh Artalindo Semesta sebesar 50,52%, Agung Inovasi Teknologi 11,62%, Prima Jaringan Distribusi 4,79%, dan masyarakat 33,08%.

Sekadar informasi, Passpod adalah perusahaan rintisan yang bergerak di bisnis penyewaan modem saat traveling. YELO adalah perusahaan rintisan binaan bursa melalui IDX Incubator yang mencatatkan saham perdana pada 29 Oktober 2018. Passpod memiliki tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, artificial intelligence (AI) dan big data serta global connectivity.

Passpod ketika itu melepas 130 juta saham atau setara 34,21% dari total modal dan disetor penuh perusahaan. Dengan menawarkan saham senilai Rp 376/saham, Passpod meraih dana senilai Rp 48,8 Miliar.

Sementara itu Robby Tan adalah pemilik dari PT Berkah Anugerah Abadi (BAA) yang pernah menggenggam 30% saham PT Bank Net Syariah Indonesia Tbk (BANK), sebelum bank ini dicatatkan di BEI pada 2 Februari 2021. Di tahun lalu, BAA memegang 30% saham Bank Net, sementara 70% saham Bank Net Syariah dipegang PT NTI Global Indonesia sebesar.

Saham BAA di Bank Net kemudian dijual kepada PT Alphaplus Adhigana Asia (AAA), sehingga pemegang saham Bank Net Syariah ialah Alphaplus 2,50%, NTI Global 97,50%. Setelah IPO, Alphaplus memegang 1,55%, NTI Global menjadi mayoritas 60,55%, dan investor publik 37,90%.

Sementara di BAA, pemegang saham terakhir adalah Roby Tan sebagaimana disebutkan dalam dokumen prospektus Bank Net Syariah.

BAA sebelumnya bernama PT Selular Makmur Sejahtera yang sahamnya dipegang oleh Roby Tan, yang juga menjabat direktur BAA.

Perusahaan ini juga memiliki saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), emiten yang fokus pada bisnis jasa pengiriman uang, ecommerce dan penyedia plaftorm software untuk UMKM.

Roby Tan menjabat komisaris di KIOS. Pada September 2018, saham BAA di KIOS tercatat berkurang dari 9,59% menjadi 1,52%. KIOS didirikan sejak 2015 dengan founder Roby Tan dan Viperi Limiardi.