BEBS

International Investor Club – Saham calon emiten PT Berkah Beton Sadaya Tbk. akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2021 dengan kode ‘BEBS’.

Dalam keterbukaan informasi, pihak BEI menyebutkan perihal permohonan kode saham Berkah Beton Sadaya dan elah efektifnya pendaftaran perseroan pada 25 Maret 2021, Bursa sudah menerima pemberitahuan pada 1 Maret 2021.

“Efek Perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Maret 2021 dengan menggunakan kode BEBS,” papar keterangan BEI.

Baca Juga: BMAS Meroket, Ada Apa di Balik Kenaikan Ini?

BEBS sang Calon Emiten Baru di Bursa

BEBS
Berkah Beton Sadaya (doc.)

Dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, PT Berkah Beton Sadaya Tbk. akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan membidik dana segar Rp 200 Miliar.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan, PT Berkah Beton Sadaya Tbk. akan menawarkan 2 miliar saham atau setara dengan 22,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Harga penawaran saham ditetapkan Rp 100 per saham, sehingga perseroan berpotensi mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp 200 Miliar dalam aksi korporasi ini.

Rencananya sekitar 53,67 persen dari dana IPO akan digunakan untuk pembelian satu bidang tanah seluas 74.045 meter persegi dengan nilai transaksi Rp 103 Miliar. Sedangkan 46,33 persen dari dana IPO akan digunakan untuk belanja modal.

Adapun masa penawaran umum ditetapkan pada 1-4 Maret 2021. Tanggal penjatahan pada 8 Maret 2021 dan tanggal pengembalian uang pemesanan serta distribusi saham secara elektronik pada 9 Maret 2021.

Rencana Pencatatan

investor saham pemula
CNN (doc.)

Perseroan berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek indonesia pada 10 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan gerai penawaran umum PT Adimitra Jasa Korpora.

Sekedar informasi, PT Berkah Beton Sadaya Tbk. bergerak di sektor pendukung infrastruktur dengan memproduksi beton readymix dan precast. Perseroan berdiri pada Januari 2019 dan berkantor di Jalan Raya Sembung Pagaden KM 9,5 Gunungsari, Pagaden, Subang, Jawa Barat.

Disisi lain, sebelumnya diberitakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus kode broker dan tipe investor di running trade. Pada tahap pertama, BEI akan tutup kode broker mulai Juli 2021. Penghapusan itu akan pengaruhi investor.

Pengamat Pasar Modal, Budi Frensidy menilai langkah BEI tersebut merupakan hal positif untuk mendorong investor membeli saham secara fundamental dan teknikal. Penerapan penghapusan kode broker akan mendorong investor untuk melakukan riset sendiri.

Kepada Liputan6, Budi mengungkapkan:

“Kondisi memang membuat pasar modal Indonesia sehat, [membuat] investor rasional dan dewasa. Pelan-pelan mengarah ke arah lebih baik. Investor jadi lakukan riset sendiri, membeli saham berdasarkan fundamental dan teknikal. Selama ini relatif dimanjakan. Nanti akan mandiri dan andalkan riset.”

Selain itu, Budi menilai, penghapusan kode broker memang seperti menutup salah satu alat informasi untuk investor. Sumber informasi yang biasanya jadi pertimbangan investor hilang. Meski demikian, menurut Budi, penghapusan kode broker dapat hilangkan kebiasaan ikut-ikutan beli saham.