International Investor Club – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan menerbitkan obligasi $ 400 Juta atau setara dengan Rp 5,64 Triliun. Tunas Baru Lampung akan menerbitkan obligasi ini dengan tenor lima tahun atau pada waktu lain yang disepakati.

Baca Juga: AUM Reksadana Diproyeksi Kembali ke Rp 550 T Bulan Ini

Obligasi TBLA

TBLA
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Tunas Baru Lampung menyebutkan, indikatif tingkat suku bunga terbaik pagi emiten ini dalam rentang antara 6% sampai dengan maksimal 8%.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia awal pekan ini, TBLA mengungkapkan:

“Kepastian mengenai tingkat suku bunga akan ditentukan pada saat bookbuilding penerbitan obligasi baru dengan pertimbangan sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar yang merupakan beban bunga yang masih dapat mendukung kegiatan operasional Tunas Baru.”

Nilai penerbitan obligasi global ini setara dengan 95,81% dari ekuitas TBLA per Desember 2020 dengan kurs pada akhir tahun lalu Rp 14.105 per dolar AS. Karena memiliki nilai material, Tunas Baru Lampung akan meminta persetujuan rapat umum pemegang saham atas penerbitan obligasi ini pada Senin kemarin (15 Maret).

Penggunaan Dana Obligasi

SUN dan Obligasi INDON

Tunas Baru akan menggunakan dana obligasi ini untuk tiga hal. Pertama, membeli kembali atau melunasi atau membayar guaranteed senior notes sebesar $ 250 Juta dengan bunga 7% yang diterbitkan oleh TBLA International dan akan jatuh tempo 2023.

Kedua, melunasi utang obligasi TBLA sebesar Rp 1,5 Triliun yang merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan tahap I Tunas Baru Lampung dan jatuh tempo tahun 2023 dan 2025. Ketiga, menurunkan utang jangka pendek dari TBLA.

Selain itu juga, sebelumnya, investasi obligasi korporasi masih memberi return lumayan. Ini terjadi saat obligasi negara mengalami tekanan akibat tren kenaikan yield US Treasury.

Dari pergerakan indeks Indobex Corporate Bond yang dihimpun Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), investasi obligasi korporasi memberi imbal hasil 1,01% sejak awal tahun. Sementara obligasi negara merugi 2,67% di periode yang sama. Kamis pekan lalu (4 MAret), indeks obligasi korporasi berada di level tertinggi sepanjang masa, yakni di 336,89.