International Investor Club – Satu-satunya emiten dengan harga saham di bawah Rp 50/unit yakni PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) yang sempat viral di media sosial karena sahamnya jatuh kebawah level gocap, yang kembali ambruk pada perdagangan awal pekan ini.

Baca Juga: BBRI akan Bagi-Bagi Dividen, Dapat Berapa Ya per Lembarnya?

PLAN Jatuh 10%

PLAN
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, kemarin tercatat PLAN terkoreksi 10% ke level Rp 27/unit. Apabila sejenak melihat hal ini tentu saja investor akan binggung karena PLAN terkoreksi 10% melebihi batas aturan ARB baru pasca corona yakni 7%.

Usut punya usut, saham-saham di papan akselerasi memang memiliki aturan-aturan khusus selain harga sahamnya bisa jatuh ke bawah Rp 50/unit, aturan batas Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB) juga berbeda.

Diketahui saham-saham yang masuk ke papan akselerasi hanya boleh naik 10% dalam sehari dan turun maksimal 10% dalam sehari bahkan sebelum Covid-19 menyerang.

Setelah corona menyerang, regulator hanya menerapkan aturan batas bawah 7% ke papan utama dan papan pengembangan sehingga batas atas dan batas bawah papan akselerasi tetaplah 10%.

Sebagai informasi, ada tiga papan perdagangan yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.

Peraturan Khusus Papan Akselerasi

Saham BUMN
Berita Satu (doc.)

Berdasarkan lampiran keputusan direksi BEI Nomor Kep/BEI/2018 dijelaskan, Papan Akselerasi ini mengakomodasi perusahaan dengan aset skala kecil atau skala menengah untuk mencatatkan saham di BEI.

Aturan tersebut mengemukakan, harga saham pada saat pencatatan saham perdana paling sedikit sebesar Rp 50 per saham dengan jumlah pemegang saham paling sedikit 300 pemegang saham dan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukanpengendali saham utama setelah penawaran umum dalam periode lima hari bursa paling kurang 2% dari jumlah modal disetor.

Sampai saat ini tercatat hanya terdapat 5 emiten yang melantai di papan akselerasi. Kelima emiten tersebut adalah PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA), PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), PT Prima Globalindo Logistok Tbk (PPGL), PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), dan PLAN.