BBCA

International Investor Club – Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Santoso menambah porsi saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilakukan pada akhir Maret lalu.

Berdasarkan keterangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Santoso membeli 10.000 saham BBCA di harga Rp 30.800 sehingga total dana yang ditransfer mencapai Rp 308 Juta. Dengan demikian porsi sahamnya bertambah menjadi 274.593 saham dari sebelumnya 264.593 saham.

Baca Juga: ZYRX Telah Melantai di Bursa, Harga Saham Sentuh ARA

Sang Direktur Tambah Saham BBCA

Bank BCA

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Saham BBCA pada perdagangan perdana di awal April ini, ditutup naik tipis 0,16% di level Rp 31.125/saham. Nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 699 Miliar dengan volume perdagangan 22,46 juta saham.

Sebulan terakhir saham BBCA minus 11,07% dan year to date sahamnya minus 8,05% dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 767,39 Triliun.

Asing kemarin tercatat melakukan jual bersih saham BBCA di pasar reguler Rp 105 Miliar dan year to date melepas Rp 1,36 Triliun.

Dengan demikian, jika mengacu pada harga penutupan, valuasi saham Santoso mencapai Rp 8,55 Miliar.

“Status kepemilikan langsung,” kata Sekretaris Perusahaan BBCA Raymon Yonarto, dalam pengumuman di BEI.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,88% selama Maret lalu. Data BEI mencatat, pada perdagangan terakhir di Maret, Rabu (31 Maret), IHSG ditutup ambrol 1,42% meninggalkan level 6.000 ke posisi 5.985,52. IHSG bahkan sempat ambruk ke level terendah harian 5.892.

Tentang Santoso

Innews (doc.)

Situs resmi BCA mencatat, Santoso adalah Warga negara Indonesia, 54 tahun. Berdomisili di Indonesia. Dia diangkat sebagai Direktur BCA pada RUPS Tahunan 2016 untuk masa jabatan 5 tahun dan mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8 Agustus 2016.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Grup Layanan & Pendukung Bisnis Consumer Card BCA (2015-2016). Kariernya di BCA dimulai pada tahun 1992 sebagai Kepala Bidang Supporting Administrasi.

Santoso juga aktif sebagai Kepala Dana Pensiun BCA, perusahaan pengelola dana pensiun (2003- 2016), Komisaris PT Abacus Cash Solution, perusahaan penyedia jasa pengelolaan kas (2010-2016), dan Board of Executive Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) (2013-sekarang).

Selain itu juga sebagai Ketua Komite VII Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) (2016-sekarang), Ketua Bidang Riset, Pengkajian dan Publikasi (RPP) di Ikatan Bankir Indonesia (IBI) (2019-sekarang).