ZBRA

International Invetor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), milik kakak Hary Tanoesoedibjo, yaitu Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Lewat surat Peng-SPT-00065/BEI.WAS/04-2021, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan menyebut suspensi dilakukan karena ZBRA mengalami kenaikan harga kumulatif signifikan.

Baca Juga: JIIPE Bakal Sokong Kinerja AKRA, Bagaimana Prospeknya?

ZBRA di Suspensi Sementara

ZBRA
Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita CNN Indonesia dijabarkan, penghentian sementara perdagangan Saham ZBRA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar mempertimbangkan secara matang, berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.

Suspensi dilakukan pada perdagangan awal pekan ini dan sudah kembali dibuka saat ini.

Mengutip RTI Infokom, sejak sebulan terakhir emiten terpantau mengalami kenaikan sebesar 800 persen.

Pada Senin (1 Maret), harga ZBRA hanya dibanderol senilai Rp 68 per saham, kenaikan harga kemudian terjadi secara konsisten sepanjang Maret dan awal April hingga harga saham bertengger di level 540 pada Kamis (1 April).

PTBA Bagikan Dividen

Batu Bara PTBA ADRO

Sebelumnya diberitakan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan akan membagikan dividen sebesar Rp 835 Miliar. Jumlah ini setara 35% dari laba bersih tahun 2020 yang mencapai Rp 2,4 Triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta di awal minggu ini.

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, mengutip RTI, struktur pemegang saham PTBA terdiri atas MIND ID sebesar 7,59 miliar saham, pemegang saham lainnya sebanyak 3,58 miliar, Negara Republik Indonesia sebanyak 5 saham, dan saham treasury sebanyak 336,59 juta, dengan total saham beredar sebanyak 11,52 miliar. Dengan demikian, jumlah dividen per saham PTBA tahun buku 2020 sebesar Rp 74,55 per saham.

Jelang penutupan market kemarin, saham perusahaan pelat merah ini berada di level Rp 2.540. Dengan menggunakan asumsi harga terkini, maka dividen yield yang dihasilkan PTBA sebesar 2,93%.

Sebagai perbandingan, jumlah dividen dan rasio pembagian dividen (dividend payout/DPR) Bukit Asam tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun 2019. Tahun lalu, emiten tambang batubara ini membagikan dividen tunai tahun buku 2019 sebanyak Rp 3,65 Triliun atau setara 90% dari laba bersih tahun 2019 yang mencapai 4,06 Triliun.