Saham

International Investor Club – Tingkat konsumsi jelang Ramadan biasanya akan mengalami peningkatan dari biasanya. Hal ini juga akan menjadikan sentimen positif bagi saham-saham emiten ritel, consumer goods dan crude palm oil (CPO) atau kelapa sawit.

Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada mengungkapkan kepada Okezone:

“Biasanya, jelang bulan puasa emiten-emiten ritel dan konsumer menjadi pilihan. Termasuk juga PO dengan asumsi terdapat peningkatan demand konsumsi.”

Baca Juga: DOID dan INDY Punya Rencana Saat Harga Batubara Acuan Naik

Saham di Bulan Ramadan

SAham Ramadan
Detik (doc.)

Selain itu, emiten berbasis logistik pun diperkirakan bakal cuan pada minggu kedua di bulap April.

“Masih adanya daya beli di sisi online juga membuat emiten berbasis logistik dan kemasan bisa jadi turut terkena imbas positifnya,” ujar Reza.

Meski begitu, para investor pun tetap tak bisa gegabah ketika melihat ramalan saham yang berpotensi meningkat pada awal Ramadan. Sebab, kini Indonesia dalam keadaan resesi, sehingga daya beli konsumen diprediksi masih tertahan.

“Tapi, untuk tahun ini kita harus cek lagi apakah daya beli masih tetap terjaga.”

Terkait pergerakan IHSG di minggu kedua bulan April, diharapkan bisa terus bergerak ke zona hijau. Reza pun mengungkapkan:

“Penguatan lanjutan IHSG diharapkan dapat terjadi, support 5.859 sampai 5.900 dan resistance di level 6.170 sampai 6.194.”

IHSG Berpotensi Menguat

IHSG

Selain itu, dalam sajian berita Bisniscom dijabarkan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan awal pekan ini. Sejumlah saham dapat menjadi pertimbangan investor. Pada perdagangan Jumat kemarin (9 April), IHSG ditutup melemah di level 6070 atau melemah sebesar -0,02 persen. Volume transaksi meningkat dibanding dengan rata-rata volume selama 5 hari perdagangan.

Sektor yang mengalami pelemahan tertinggi terjadi di sektor pertambangan sebesar -2,3 persen dan industri dasar sebesar -1,25 persen.

Sebaliknya, sektor yang menguat paling tinggi adalah sektor finance sebesar 0,7 persen dan sektor perdagangan sebesar 0,4 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal IHSG ditutup terkoreksi wajar.

Indeks komposit diperkirakan berpeluang menguat awal pekan depan. Berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance maksimum berada pada 6027.60 hingga 6114.21.

“Di sisi lain, masih terlihat adanya pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat ke depannya,” tulis Nafan dalam riset hariannya.