International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham dua emiten mulai Senin kemarin (12 April). Keduanya yakni PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), emiten pengelola Hypermart dari Grup Lippo, dan emiten properti pengelola Mal Blok M, PT Indonesia Prima Property Tbk. (OMRE).

Baca Juga: Saham Ini Diprediksi Hijau saat Ramadan Loh, Cek Yuk!

BEI Gembok MPPA dan OMRE

BEI

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Suspensi itu dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham MPPA, sehingga dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham MPPA pada perdagangan 12 April 2021.

“Penghentian sementara perdagangan saham MPPA tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham MPPA,” tulis BEI dalam pengumumannya.

BEI menegaskan, para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Alasan yang sama juga berlaku untuk saham Indonesia Prima Property.

Di sisi lain, BEI membuka kembali suspensi saham PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai perdagangan sesi I 12 April 2021. Perseroan merupakan kontraktor swasta nasional di Indonesia dan sudah berbisnis konstruksi sejak tahun 1971.

Pergerakan Saham

ARB saham
Bisniscom (doc.)

Data BEI mencatat, saham MPPA sudah melesat 61%, sepekan meroket 125%, dan year to date ‘terbang’ 457% di posisi harga Rp 585/saham. Sentimen bagi saham MPPA yakni induk usahanya PT Multipolar Tbk (MLPL) mulai cicil jual saham pengelola Hypermart ini.

Selain itu MPPA juga berencana menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dalam waktu dekat ini.

Sementara itu saham OMRE melesat 104% sepekan, sebulan juga meroket 140% dan year to date naik signifikan hingga 152% di posisi Rp 815/saham.

Pemegang saham mayoritas OMRE adalah First Pacific Capital Group Limited dari Grup Salim. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan April 1983. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama, sempat menjadi Komisaris Utama OMRE sebelum mengundurkan diri.

Saham PTDU juga dibuka naik pagi ini sebesar 0,49% di posisi Rp 2070/saham dengan kenaikan dalam 6 bulan terakhir sebesar 126%.