Aladin

International Investor Club – Saham PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK) yang baru saja mengganti namanya menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk kembali ambles pada awal pekan ini. Pelemahan ini dibayangi dengan aksi lego oleh investor asing.

Baca Juga: Erick Thohir Larang Pertamina Punya Saham di Pertashop!

Bank Aladin Jatuh Lagi

bank net syariah aladin
International Investor Club – IIC (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BANK ambrol 5,01% ke Rp 3.600/saham pada perdagangan kemarin. Dengan ini, BANK melanjutkan koreksi pada Jumat pekan lalu (16 April).

Nilai transaksi BANK sebesar Rp 129,48 Miliar. Adapun asing tercatat ‘mengobral’ saham ini dengan nilai jual bersih sebesar Rp 9,81 Miliar.

Saham BANK memang terus ‘menggila’ sejak awal IPO pada 1 Februari lalu.

Setelah suspensi dibuka oleh BEI pada 6 April, saham ini langsung terkoreksi 1,51%. Tetapi, seolah tak mau menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di 7%, BANK malah terus melaju kencang di zona hijau sejak 7 April hingga akhir terpelanting pada Jumat pekan lalu.

Sejak IPO Februari lalu di harga Rp 103/saham, saham BANK sudah meroket 3.395,14%

Mengenai kinerja keuangan, dalam prospektus perusahaan pada 25 Januari 2021, hingga akhir Juli tahun lalu BANK mencatatkan laba bersih senilai Rp 59,97 Miliar. Angka ini naik 79,12% dari posisi laba di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 33,48 Miliar.

Namun, menariknya, sejak Desember 2017 sampai Juli 2020 rasio pembiayaan bermasalah alias kredit macet BANK nihil alias nol. Adapun sejak 2018, tercatat BANK tidak menyalurkan pembiayaan.

Upaya Emiten BANK

ARB saham
Bisniscom (doc.)

Pada periode tersebut, perusahaan memiliki modal inti senilai Rp 652,78 Miliar. Mengenai aturan modal inti, dalam keterbukaan informasi pada 9 Maret 2021, pihak BANK menyatakan komitmennya untuk memenuhi kewajiban modal inti minimum sesuai POJK No 12/2020.

Informasi saja, peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 Triliun triliun tahun ini, Rp 2 Triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, sebelumnya, BANK berencana melakukan penambahan modal lewat rights issue yang rencananya akan disetujui lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 April lalu. Namun, rights issue tersebut diputuskan untuk ditunda.

Dalam keterangan tertulis untuk BEI pada 13 April 2021, manajemen menjelaskan, perseroan tidak membahas rights issue, yang merupakan mata acara ketiga RUPSLB.

Ini lantaran pihak BANK mengikuti aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menyatakan pembahasan tersebut tidak dapat dapat dilakukan sebelum perseroan memenuhi POJK 32/2015, yaitu soal kewajiban penyampaian keterbukaan informasi.

Pihak BANK mengakui, perseroan belum dapat menyampaikan keterbukaan informasi terkait rights issue tersebut.

Akan tetapi, manajemen menambahkan, BANK akan tetap melakukan rights issue dalam waktu dekat, atau setidaknya dalam 1 tahun ke depan.

Asal tahu saja, selain persetujuan rights issue, agenda lainnya ialah persetujuan perubahan nama perseroan, dan persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan.

Nah, RUPSLB tersebut malahan menyetujui perubahan nama dari Bank Net Indonesia Syariah menjadi Bank Aladin Syariah (PT Bank Aladin Syariah Tbk).

Adapun perubahan nama tersebut akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari instansi yang berwenang.

Dengan pergantian ini, maka sudah dua kali nama perusahaan berubah. Pertama dari PT Bank Maybank Syariah menjadi PT Bank Net Syariah Indonesia saat diakuisisi PT NTI Global Indonesia, dan PT Berkah Anugerah Abadi.

Kabar terbaru, dalam laporan Straits Times baru-baru ini disebutkan, SEA Ltd, induk Shopee sedang mengincar Bank Aladin Syariah untuk mencari kesempatan untuk jadi partner online dari anak usahanya Shopee.

SEA Ltd sendiri sudah memiliki Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Bank ini kini sudah berubah nama menjadi Bank Seabank Indonesia.