International Investor Club – Saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) sumringah pada perdagangan kemarin,di tengah indeks acuan pasar modal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,16%.

Saham ASII sukses naik setelah keputusan RUPST bahwa perseroan siap membagikan dividen sebesar Rp 114/saham. Kabar baik ini membawa saham ASII terbang 4,31% ke level harga Rp 5.450/unit.

Baca Juga: MLBI akan Bagi Dividen Final Tahun Buku 2020, Bersiap!

ASII Akan Bagi Dividen

ASII
IDX Channel (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, selain melesat, transaksi ASII juga tergolong ramai di angka Rp 290 Miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 220 Miliar. Bahkan investor asing terlihat memborong saham ASII pada perdagangan kemarin sebesar Rp 149 Miliar dan menjadi saham yang paling banyak dibeli asing.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (ASII) resmi menyetujui pembagian dividen atas laba bersih 2020 yakni sebesar Rp 4,62 Triliun atau setara dengan Rp 114/saham yang dibagikan sebagai dividen tunai.

Jumlah dividen yang secara rinci yakni senilai Rp 4.615.125.057.960 itu, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 27/saham atau seluruhnya berjumlah Rp 1.093.055.934.780 (Rp 1,09 Triliun) yang telah dibayarkan pada 27 Oktober 2020.

Laba Bersih

Detik (doc.)

Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp 87/saham atau seluruhnya berjumlah Rp 3.522.069.123.180 (Rp 3,52 Triliun) akan dibayarkan pada 25 Mei 2021 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 4 Mei 2021 pukul 16:00 WIB.

Adapun sisa laba sebesar Rp 11.548.897.554.150 (Rp 11,55 Triliun) dibukukan sebagai laba ditahan perseroan.

=Tahun lalu, induk usaha konglomerasi Grup Astra ini mencatatkan laba bersih turun 26% menjadi Rp 16,16 Triliun pada 2020, dibandingkan 2019 yang tercatat sebesar Rp 21,71 Triliun.

Penurunan laba bersih Astra disebabkan karena penurunan pendapatan bersih sebesar 26% menjadi Rp 175,05 Triliun dari Rp 237,17 Triliun pada periode waktu yang sama.

Selain itu, sebelumnya, beberapa saham farmasi, seperti PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) tiba-tiba menguat secara signifikan. Zabrina Raissa, analis dari Ciptadana Sekuritas, mengatakan hal ini dapat menjadi peluang menguat dalam jangka menengah atau panjang.

“Kalau kita lihat untuk IRRA memang ekspektasinya manajemen mereka memiliki target yang cukup sesuai dan sejalan dengan apa yang mereka pikirkan, bahwa manajemen memperkirakan volume penjualan dari antigen tes ini bisa 5-10 juta,” kata Zabrina dalam program Investime CNBC Indonesia.

“SEJAK JANUARI HINGGA FEBRUARI INI SUDAH TEREALISASI SEKITAR 1,8 JUTA UNIT. ARTINYA INI AKAN SESUAI TARGET MEREKA.”

Sementara untuk saham Kimia Farma atau KAEF, Zabrina mengatakan sahamnya cukup stagnan, apalagi dengan adanya profit turnaround, yakni saat mengalami masa kinerja yang buruk berpindah ke masa pemulihan finansial, di tahun 2020 dibandingkan 2019.