Mandiri Tunas Finance

International Investor Club – Perusahaan pembiayaan, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) kembali menambah permodalan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 1,40 Triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan nilai total Rp 5 Triliun.

Baca Juga: INTP dalam Pandangan Analis, Setelah Kenaikan Penjualan Semen

Obligasi Mandiri Tunas Finance

MTF Mandiri Tunas Finance

Berdasarkan informasi di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa kemarin (27 April), penerbitan obligasi oleh anak perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini terdiri dari dua seri, yaitu Obligasi seri A sebesar Rp 915,15 Miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,00% per tahun dan berjangka waktu 3 tahun. Sementara seri B sebesar Rp 485,70 Miliar dengan tingkat bunga 7,65% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun.

Dalam sajian BeritaSatu dijabarkan, pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 20 Agustus 2021, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah pada tanggal 20 Mei 2024 untuk seri A dan 20 Mei 2026 untuk seri B.

Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2021 ini telah mendapat pernyataan efektif pada 6 Agustus 2020, memasuki masa penawaran pada 10, 11, dan 17 Mei 2021, dan penjatahan 18 Mei 2021. Distribusi obligasi secara elektronik akan dilaksanakan pada 20 Mei 2021 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 21 Mei 2021.

Penerbitan obligasi ini didukung antara lain oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dan PT CIMB Niaga Sekuritas.

Tujuan Penerbitan Obligasi

Obligasi - Bond

Obligasi ini mendapat peringkat idAA+ dengan outlook stabil dari Lembaga Pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dana yang diterima dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk digunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaran bermotor perseroan.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Mandiri Tunas Finance Armendra mengatakan, penerbitan obligasi tersebut merupakan strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi pendanaan tahun ini. Adapun sumber dana dari obligasi mencapai 30% dari total pendanaan. Sedangkan 70% lainnya berasal dari perbankan.

Dengan adanya penerbitan obligasi itu, perseroan berharap bisa mendukung pembiayaan perseroan tahun ini yang ditarget bertumbuh 19%-20%. Sebelumnya, perseroan membukukan pembiayaan sebesar Rp 19,7 Triliun pada 2020.