International Investor Club – Saham emiten rokok raksasa PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) merosot ke zona merah pada awal perdagangan Kamis kemarin (29 April). Koreksi harga saham HMSP seiring perusahaan melaporkan penurunan kinerja keuangan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Mandiri Tunas Finance Rilis Obligasi Rp 1,40 Triliun, Minat?

Laba HMSP Ambruk

HMSP
Investor ID (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.13 WIB, saham emiten produsen brand kretek Dji Sam Soe ini merosot 0,75% ke Rp 1.315/saham. Adapun nilai transaksi HMSP sebesar Rp 4,62 Miliar.

Dalam sepekan, saham ini hanya menghijau sekali, yakni pada Rabu kemarin saat ditutup naik 2,32% ke Rp 1.325/saham. Adapun dalam seminggu terakhir saham ini masih stagnan di 0,00%.

Sementara dalam sebulan ambles 4,38% dan secara year to date (Ytd) anjlok 12,62%.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan di BEI, Rabu (28/4), laba bersih HMSP tercatat turun signifikan 22,13% menjadi Rp 2,59 Triliun per 31 Maret 2021. Sebelumnya, pada periode yang sama 2020, laba bersih anak usaha Philip Morris International Inc. ini sebesar Rp 3,32 Triliun.

Menurunnya laba bersih tersebut diiringi dengan merosotnya penjualan dan pendapatan usaha 0,55% menjadi Rp 23,56 Triliun pada kuartal I tahun ini, dari Rp 23,69 Triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor dan Sigaret

Saham Rokok
Kontan (doc.)

Hal tersebut akhirnya berdampak pada penurunan volume industri rokok dan perubahan preferensi konsumen rokok ke produk-produk yang lebih terjangkau harganya di Indonesia.

“Manajemen akan terus memonitor perkembangan pandemi COVID-19 dan mengevaluasi dampaknya terhadap hasil usaha dan kinerja keuangan Grup secara keseluruhan,” tulis manajemen HMSP.

Disisi lain, dalam sajian berita Kontan dijabarkan, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo mempunyai obligasi senilai Rp 630 Miliar yang bakal jatuh tempo pada 3 Mei 2021. Surat utang tersebut bernama Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap III Tahun 2018 Seri B.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang mengatakan bahwa Indosat Ooredoo sudah siap untuk membayar obligasi jatuh tempo tersebut. Ia mengungkapkan:

“Pelunasan akan dilakukan pada tanggal 3 Mei 2021 menggunakan dana yang telah tersedia di perusahaan saat ini.”

Memang, berdasarkan laporan keuangan Indosat per Desember 2020, Indosat masih membukukan kas setara kas sebesar Rp 1,78 Triliun. Indosat juga memiliki saldo laba yang belum dicadangkan sebesar Rp 9,29 Triliun.

Kondisi tersebut tampaknya membuat Indosat belum membutuhkan pendanaan eksternal baru, terutama dari instrumen surat utang.