International Investor Club – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bakal membagikan dividen tahun buku 2020 sebesar $ 0,00333 per saham atau total $ 33 Juta.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama mengapresiasi kebijakan manajemen INCO dalam membagikan dividen pada tahun ini, seiring dengan kinerja emiten yang cukup baik di tahun 2020.

Baca Juga: Perusahaan Wulan Guritno Mau IPO, Tertarik Gak Nih?

INCO akan Bagikan Dividen

VALE INCO

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, di sisi lain, dari segi operasional Okie memperkirakan pada tahun ini volume produksi dapat lebih rendah dari tahun kemarin. Namun kenaikan dari harga nikel dapat menopang kinerja keuangan di tahun 2021. Ia pun mengungkapkan:

“Kami memproyeksikan pendapatan naik 7,5% secara tahunan (yoy) sedangkan laba bersih tumbuh 17,92% yoy.”

ntuk kuartal II-2021 Okie melihat pergerakan nikel terlihat lebih stagnan, namun jika mengacu pada pergerakan kuartal II-2020, harga saat ini masih tetap tinggi sehingga kinerja keuangan di kuartal kedua tahun ini masih dapat tertopang pertumbuhannya.

Dus Okie merekomendasikan beli saham INCO dengan target harga Rp 6.850 merefleksikan 19x EV/EBITDA.

Target tersebut mempertimbangkan beberapa asumsi yaitu kenaikan harga nikel pada tahun ini, pangsa pasar mobil listrik yang diproyeksikan masih akan naik hingga 2030, serta kuatnya permintaan nikel dunia saat ini.

“Pertumbuhan jangka panjang dari pengembangan proyek Pomalaa dan Bahodopi dinilai dapat mendukung naiknya permintaan dari nickel dunia.”

Indeks IDX-MES BUMN17

ARB saham
Bisniscom (doc.)

Disisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk meluncurkan indeks syariah baru pada hari Kamis kemarin.

Indeks bernama IDX-MES BUMN17 itu mengukur kinerja harga dari 17 saham BUMN dan afiliasinya yang dinilai menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah yang memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Mengutip data BEI, di hari perdananya, IDX-MES BUMN17 mencetak penguatan hingga 1,46% ke level 102,79. Kinerja ini menjadi yang tertinggi dibanding indeks bursa lainnya.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa kinerja yang apik di hari perdana merupakan langkah awal yang baik.

“Semoga indeks syariah yang diluncurkan hari ini dapat dimanfaatkan sebagai underlying pengelolaan dana ataupun pengukuran kinerja portofolio dari pemegang dana,” ujarnya dalam Konferensi Pers Peluncuran Indeks IDX-MES BUMN17 yang digelar secara virtual.