ZYRX

International Investor Club – Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lesu dalam sepekan, ada sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi dan koreksi paling dalam.
Di antara top gainers dan top losers tersebut, terdapat beragam emiten, mulai dari emiten yang bergerak di bidang pengeboran lepas pantai, perhotelan sampai produsen laptop.

Berikut ini 5 besar top gainers dan top losers dalam seminggu belakangan.

Top Gainer dan Loser, dan juga Zyrex

top gainer
CNBC Indonesia (doc.)
Paquito ASik
CNBC Indonesia (doc.)

Menilik tabel di atas, emiten yang bergerak di bidang pengeboran minyak, APEX, menjadi ‘pemuncak klasemen’ dengan mencatatkan lonjakan harga sebesar 125,77% menjadi Rp 1.025/saham dalam penutupan Jumat (30 April).

Adapun dalam sepekan, APEX berhasil melaju di zona hijau selama 5 hari beruntun. Namun, para pelaku pasar tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Jumat.

Ini terlihat dari harga APEX yang anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,82% ke RP 1.025/saham.

Melesatnya APEX pekan ini berbarengan dengan dirilisnya laporan keuangan kuartal I 2021 perusahaan yang menunjukkan perbaikan kinerja.

Menurut laporan keuangan APEX yang terbit di website Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 23 April lalu, perusahaan ini berhasil membalik rugi bersih pada kuartal I 2020 sebesar $ 7,34 Juta atau setara dengan Rp 102,84 Miliar (asumsi kurs $ 1 = Rp 14.000), menjadi laba bersih $ 1 Juta atau Rp 14,04 Miliar.

Sementara, di posisi kedua ada saham emiten perhotelan SNLK yang melesat 73,96% dalam sepekan ini. Emiten yang baru melantai di bursa pada 29 Maret 2021 ini tercatat 5 hari atau dalam sepekan terus bergerak di zona penguatan.

NISP

bank sentral dunia obligasi
payspacemagazine (doc.)

Adapun sejak awal mencatatkan saham perdana alias intial public offering (IPO), SNLK baru empat kali tersungkur di zona merah. Dengan demikian, dalam sebulan saham ini sudah terbang 145,59%.

Berbeda nasib, saham emiten penyedia layanan logistik bahan bakar INPS yang malah tersungkur sebagai ‘pecundang’ dalam sepekan. Setelah menembus level tertinggi sepanjang masa di posisi Rp 7.350/saham pada 10-11 Februari tahun ini, saham INPS terus bergerak ‘menuruni bukit’.

Dalam sepekan saham INPS sudah anjlok sedalam 23,92%, sementara dalam sebulan ambles 37,14%. Dalam sebulan belakangan, saham INPS hanya menghijau dua kali, yakni pada 8 April dan 21 April 2021.

Informasi saja, ketika terjadi lonjakan harga yang signifikan pada Januari tahun ini, saham INPS bahkan sempat disuspensi oleh bursa, yakni pada 28-29 Januari 2021.

Berbeda nasib dengan SNLK, saham emiten pendatang baru di bursa lainnya, produsen brand laptop Zyrex, ZYRX, menjadi pesakitan selama sepekan ini. Saham ZYRX tergerus 22,14% menjadi ke harga Rp 510/saham.

Dalam pekan ini, saham yang melantai di bursa sejak 30 Maret 2021 ini mengalami reli pelemahan selama 4 hari beruntun, atau sejak Selasa (27 April).

Setelah sempat beberapa kali menyentuh auto rejection atas (ARA) 25% dan melaju di zona hijau dalam 7 hari beruntun pada awal perdagangan, sahma ZYRX akhirnya terpelanting akhir-akhir ini.