International Investor Club – Emiten perkebunan dan pengolahan crude palm oil (CPO) berkode SMAR, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III SMART dengan target dana yang dihimpun Rp 5 Triliun.

Baca Juga:Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun, untuk Apa?

Obligasi SMAR

SMAR
Moneter (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Untuk tahap awal, SMART akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III SMART I Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 1,5 Triliun.

Ada tiga seri yang akan diterbitkan, yaitu Seri A dengan tenor 370 hari, Seri B bertenor tiga tahun, dan Seri C yang bertenor lima tahun. Terkait dengan target dana untuk masing-masing seri serta bunga tetapnya, perusahaan ini akan mengumumkannya lebih lanjut.

Yang jelas, bunga obligasi tersebut akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, yakni 10 Juni 2021.Pembayaran bunga obligasi pertama jatuh pada 10 September 2021.

Sementara itu, pembayaran bunga terakhir bersamaan dengan jatuh tempo masing-masing seri, yaitu 20 Juni 2022 untuk Seri A, 10 Juni 2024 untuk Seri B, dan 10 Juni 2026 untuk Seri C.

Masa penawaran awal obligasi ini akan berlangsung pada 4-20 Mei 2021. Lalu, perkiraan tanggal efektif pada 31 Mei 2021 dan masa penawaran umum pada 3-7 Juni 2021. Selanjutnya, obligasi ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juni 2021.

Obligasi tersebut memperoleh peringkat single idnA+ (single A plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Penggunaan Dana Obligasi

Obligasi Negara Indonesia

PT BCA Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek dalam penerbitan obligasi ini. Sementara itu, wali amanatnya adalah PT Bank Mega Tbk.

Nantinya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dana obligasi yang diperoleh akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang pokok bank jangka pendek dan sebagian pokok utang bank jangka panjang perusahaan yang merupakan angsuran pokok pada saat jatuh tempo. Dana tersebut juga akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang obligasi pada saat jatuh tempo.