International Investor Club – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil menorehkan kinerja cemerlang pada kuartal I-2021. Tercatat, pendapatan SIDO tumbuh 8,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 793 Miliar. Adapun, untuk laba bersih, SIDO berhasil membukukan Rp 269 Miliar atau naik 16% secara yoy.

Baca Juga: AMRT akan Rights Issue, Ingin Investasi ke Perusahaan Teknologi

Kinerja SIDO Moncer

SIDO
Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Analis Samuel Sekuritas Nasrullah Putra dalam risetnya pada 6 Mei 2021 menuliskan, dari sisi bottom line, kinerja SIDO sudah inline dengan proyeksi Samuel Sekuritas. Perolehan tersebut telah merefleksikan 24.7% dan 25.3% dari proyeksi Samuel Sekuritas dan konsensus.

“Kendati demikian, jika dilihat secara kuartalan, kinerja SIDO justru turun di mana pendapatan dan laba bersih SIDO terkoreksi 26,4% dan 8,2%. Namun hal ini disebabkan high-base effect yang terjadi pada kuartal IV-2020, karena periode akhir tahun merupakan awal musim penghujan, di mana biasanya penjualan Tolak Angin tumbuh drastis,” tulis Nasrullah dalam risetnya.

Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja, pada kuartal I-2021, SIDO juga tercatat mulai mengalami pertumbuhan dari penjualan ekspor. Sepanjang tahun lalu, Nasrullah menyebut, pasar ekspor hanya menyumbang sekitar 1% dari dari total penjualan SIDO seiring dengan melemahnya ekspor akibat pandemi.

Namun, pada tiga bulan pertama pada tahun ini, mulai terlihat ada pemulihan dengan meningkatnya kontribusi pasar ekspor menjadi 3%. Peningkatan penjualan ekspor khususnya dari Malaysia dan Nigeria. Pihak SIDO sendiri menyatakan bahwa telah bersiap dan sedang menunggu momentum tepat untuk masuk ke pasar ekspor baru, yakni Mesir.

Fundamental

Suspensi Saham
Tempo (doc.)

Pada periode tersebut, SIDO tercatat mengalami ekspansi margin di mana GPM berhasil naik 69 bps, OPM naik 339 bpsm dan NPM yang naik 222 bps. Nasrullah menilai, peningkatan profitabilitas tersebut diakibatkan oleh AP/sales ratio pada kuartal I-2021 sebesar 6,9%, lebih rendah dibanding kuartal I-2020 yang sebesar 7.4%. Hal tersebut menunjukkan adanya efisiensi pengeluaran iklan.

Dengan kinerja bottom line SIDO yang masih sejalan dengan proyeksi Samuel Sekuritas, Nasrullah mempertahankan proyeksi kinerja SIDO untuk tahun ini. Ia memperkirakan, SIDO akan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,74 Triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,09 Triliun.

Oleh karena itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham SIDO dengan target harga Rp 970 per saham, yang merefleksikan 26x P/E 21F (+2SD rata-rata 5 tahun). Adapun, saat ini SIDO diperdagangkan pada 22x 21F P/E.