International Investor Club – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), emiten pengelola RS Hermina akan melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split dengan rasio 1:5. Saham perseroan yang sebelumnya berjumlah 2,98 miliar saham dipecah menjadi 14,89 miliar saham.

Baca Juga: TOBA Berencana Rights Issue Saham, Apa Tujuannya?

HEAL akan Stock Split

HEAL
Trading IDX (doc.)

Dalam sajian berita Detik dijabarkan, ada 3 tujuan perseroan dalam melakukan stock split. Pertama, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.

Kedua, stock split bertujuan untuk membuat harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau. Pasalnya, manajemen menganggap harga saham Hermina masih relatif tinggi.

Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini sebelum libur Lebaran, data BEI mencatat saham HEAL ditutup minus 1,10% di posisi Rp 4.500/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 13,40 Triliun. Sebulan terakhir perdagangan saham HEAL minus 4,26% dan year to date tumbuh 27,48%.

Lalu tujuan ketiga, setelah harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau, harapannya jumlah pemegang saham bertambah.

Dengan aksi korporasi itu, program alokasi saham buat manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) juga mengalami penyesuaian.

Jumlah saham MESOP tahap I dan II masing-masing meningkat dari 44,59 juta sebelum stock split menjadi 222,97 juta setelah.

Gelar RUPSLB

Stocks Asia (doc.)

Harga eksekusi MESOP juga berubah, sebelum stock split harga MESOP tahap I sebesar Rp 2.323 dan tahap II Rp 3.111 dan sesudahnya menjadi Rp 464,6 pada tahap I dan Rp 622,2 pada tahap II.

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 2 Juni 2021 mendatang. Dalam RUPSLB itu, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham sehubungan dengan rencana stock split ini.

Apabila disetujui dalam RUPSLB, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi akan dimulai tanggal 30 Juli 2021 sedangkan untuk perdagangan saham dengan nilai nominal baru di Pasar Tunai dimulai tanggal 3 Agustus 2021.

Disisi lain, sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil menorehkan kinerja cemerlang pada kuartal I-2021. Tercatat, pendapatan SIDO tumbuh 8,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 793 Miliar. Adapun, untuk laba bersih, SIDO berhasil membukukan Rp 269 Miliar atau naik 16% secara yoy.

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Analis Samuel Sekuritas Nasrullah Putra dalam risetnya pada 6 Mei 2021 menuliskan, dari sisi bottom line, kinerja SIDO sudah inline dengan proyeksi Samuel Sekuritas. Perolehan tersebut telah merefleksikan 24.7% dan 25.3% dari proyeksi Samuel Sekuritas dan konsensus.

“Kendati demikian, jika dilihat secara kuartalan, kinerja SIDO justru turun di mana pendapatan dan laba bersih SIDO terkoreksi 26,4% dan 8,2%. Namun hal ini disebabkan high-base effect yang terjadi pada kuartal IV-2020, karena periode akhir tahun merupakan awal musim penghujan, di mana biasanya penjualan Tolak Angin tumbuh drastis,” tulis Nasrullah dalam risetnya.