International Investor Club – Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Edwin Sebayang menjelaskan bagaimana bandar saham alias market maker yang bermain di pasar modal Indonesia.

Dalam acara Investime CNBC, Edwin mengungkapkan:

“Market maker ini bisa (investor) lokal dan besar. Rata-rata market maker ini butuh bentuk likuiditas, yang tujuannya mengundang investor besar masuk.”

Baca Juga: Archi Indonesia Berencana IPO di Bulan Juni Ini

Bandar saham di Indonesia

bandar saham
Galery Saham (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, siapapun market maker yang bermain, tak ada rasa keadilan di dalamnya. Menurut Edwin, seperti itulah adanya bagaimana market bekerja, yaitu suplai dan demand.

“Demand suatu saham besar, indeks, market mekanisme seperti itu, jika tak ada satu pihak pun mengontrol, market seperti itu. Benar-benar suplai dan demand,” katanya lagi.

Lantas, dia juga menjelaskan ciri-ciri saham yang sedang menjadi incaran market maker. Menurut dia, cara melihatnya sederhana. Pertama bisa dilihat dari pola perdagangan sebuah emiten di pasar modal.

“Kalau dia sudah cukup lama yaitu 1-2 bulan bulan tidak ada volume, tiba-tiba ada volume, dan biasanya ada gerakan-gerakan atau tindakan tertentu, kata kuncinya itu,” tegasnya.

Ciri kedua yang harus diketahui adalah misalnya sebuah emiten ingin melakukan aksi korporasi diantaranya akuisisi atau emiten yang ingin membagikan dividen. Selanjutnya ini bisa juga terkait dengan rebalancing. Di sini maksudnya adalah dari fund manager, dimana setiap beberapa bulan sekali portfolio fund manager tersebut harus ditelaah kembali.

“Ini ada apa. Karena ada investor baru masuk atau mau kasih deviden besar itu yang perlu dilakukan,” tuturnya.

Melihat Aksi Korporasi

saham asing investor
Pluang (doc.)

Market adalah tempat bertemunya antara penjual pembeli. Setiap orang yang masuk di dalamnya, menurut Edwin memiliki punya tujuan masing-masing.

“Yang saya katakan beberapa saham besar tiba-tiba turun. Yang punya dana tersebut, dia harus menyesuaikan bobot mereka. Kalau tidak ada apa-apa ya biasa-biasa saja. Pasti kalau ada tiba-tiba saham ada volume besar ada sesuatu pasti, atau ada private placement,” tegasnya.