International Investor Club – PT Ladang Baja Murni bakal segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kini, perusahaan distributor produk baja dan turunannya tersebut sedang memasuki masa penawaran umum yang berlangsung pada 2-4 juni 2021.

Ladang Baja Murni ditargetkan mencatatkan saham di BEI pada 10 Juni 2021 mendatang.

Baca Juga: Bandar Saham Indonesia Itu Siapa Sih? Ini Jawabannya!

Ladang Baja Murni Bersiap IPO

ladang baja murni
Cermati (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Ladang Baja Murni melepas 200 juta unit saham baru dengan harga penawaran Rp 125 per saham. Dus, dari aksi penawaran umum saham perdana ini, Ladangbaja Murni membidik dana segar Rp 25 Miliar. 

Bersamaan dengan itu, Ladangbaja Murni juga menerbitkan 280 juta waran seri I atau sebanyak 35% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh sebagai pemanis. 

Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 150. Adapun periode pelaksanaan waran pada 10 Desember 2021 – 7 Juni 2024.

PT Indo Capital Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk berlaku sebagai penjamin emisi efek.

Berdasarkan catatan Kontan, sebesar 50% dana hasil initial public offering (IPO) akan digunakan Ladangbaja untuk modal kerja yang terdiri dari pembelian bahan baku produksi, biaya rekrutmen, riset, dan biaya kegiatan operasional divisi baru.

Kemudian, sisa 50% dana IPO bakal digunakan untuk belanja modal pembelian mesin produksi dan perluasan divisi baru yakni divisi moulding untuk pengembangan salah satu produk unggulan perusahaan, yakni mould base dan precision mould.

Archi Indonesia

Archi Indonesia

Sebelumnya, salah satu perusahaan tambang pure-play emas terbesar di Indonesia yaitu PT Archi Indonesia Tbk berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Juni ini.

Dalam sajian berita Investing Indonesia dijabarkan, rencananya, Archi akan melepaskan 4.967.500.000 saham dengan nominal Rp 10 per saham yang mewakili 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. 5 persen dari saham yang ditawarkan merupakan saham baru, sementara 15 persen lainnya merupakan saham yang dijual oleh pemegang saham Archi, yakni PT Rajawali Corpora.

Menurut laporan Kontan, pada masa bookbuilding ini (31 Mei – 9 Juni 2021), Archi membuka penawaran di kisaran harga Rp 750 – Rp 800 per lembar saham dengan target emisi IPO sebesar Rp 3,97 Triliun.

Dalam aksi korporasi ini, Archi telah menunjuk PT Citigroup (NYSE:C) Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk IPO.

Adam Jaya Putra, selaku Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi menjelaskan, sekitar 90% (sembilan puluh persen) dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta anak usahanya yakni PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.