International Investor Club – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback). Untuk itu, MNCN berkirim surat ke OJK dan BEI. Aksi buyback MNCN ini dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal surat ini sampai dengan bulan September 2021.

Baca Juga: Medco Energi Belanja Modalnya Meningkat Tahun Ini, Untuk Apa?

MNCN Bakal Buyback Saham

MNCN
CNBC Indonesia (doc.)

Dalam sajian berita Okezone dijabarkan, Rencana buyback itu merujuk pada (i) Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013, tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan (“POJK 2/2013”), dan (ii) Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020, tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik (“SEOJK 3/2020”).

Pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 1,99% dari modal disetor dan ditempatkan dalam Perseroan atau sebanyak-banyaknya sebesar 300 juta saham.

Dalam keterangan tertulis, Direktur MNCN Ruby Panjaitan mengungkapkan:

“Jadwal pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana dimaksud di atas dapat diperpanjang dengan mengikuti ketentuan peraturan perundangan yang berlaku dan persetujuan dari OJK dan BEI.”

Perlu Rp 300 Miliar untuk Aksi Ini

BEI Buyback
Okezone (doc.)

Sedangkan untuk pembelian kembali saham ini, dana yang diperlukan buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp 300 Miliar.

“Sesuai dengan POJK 2/2013 dan SEOJK 3/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor dalam Perseroan,” katanya.

MNCN juga akan membatasi harga pembelian kembali saham maksimal sebesar Rp1.200 per saham. Pembelian kembali saham akan dilakukan baik melalui pasar reguler maupun pasar negosiasi di BEI.

Pembelian kembali saham dilaksanakan dengan mempertimbangkan menurunnya pendapatan, Berdasarkan laba bersih Perseroan per 31 Desember 2020, Perseroan mencatat laba bersih per saham sebesar Rp 138,03, sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali saham adalah sebesar Rp 141,38.

Perseroan berkeyakinan dengan melaksanakan pembelian kembali saham dapat mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan sehingga dapat mencerminkan pencapaian kinerja Perseroan yang lebih baik lagi ke depannya.

Lebih lanjut, pelaksanaan pembelian kembali saham diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan.