International Investor Club – Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan pembelian saham tempatnya memimpin. Haryanto melaporkan telah membeli 1,24 juta saham AKRA atau setara 0,03% dengan harga pembelian Rp 3.242,68 per saham.

Baca Juga: Broker Saham Desak PPN Ditunda, IHSG Terancam!

Saham AKRA di Borong Presdir-nya

AKRA
Detik (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, Haryanto merogoh kocek Rp 4,04 Miliar dalam transaksi ini. Dalam keterangannya di laman Bursa Efek Indonesia pada pertengahan pekan ini, Haryanto mengatakan pembelian ini bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung. Pembelian ini dilakukan dalam periode 4-8 Juni 2021.

Alhasil, dengan pembelian ini, porsi kepemilikan Haryanto di konstituen Indeks Kompas100 ini meningkat, dari semula 14.18 juta atau 0,35% menjadi 15,42 juta saham atau setara 0,38%.

Berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, Haryanto cukup rajin mengakumulasi saham AKRA. Masih di bulan Juni, tepatnya pada 4 Juni 2021, Haryanto melaporkan pembelian 555.500 saham AKRA dengan rata-rata pembelian Rp 3.242,87 per saham.

Pembelian yang dilakukan pada 28 Mei – 2 Juni 2021 ini juga bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Pada awal Februari 2021, Haryanto juga melaporkan pembelian 3,2 juta saham AKRA dengan rata-rata harga pembelian Rp 2.905,63 per saham. Transaksi yang dilakukan pada 26-29 Januari 2021 ini juga bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Pada 26 Januari 2021, Haryanto bahkan membeli 4 juta saham AKRA dengan rata-rata harga pembelian Rp 3.167,42.

Pengaruh Kenaikan Harga Minyak

minyak

Selain itu, harga minyak dunia terus membaik. Situasi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi emiten yang bergerak di sektor terkait komoditas minyak.

Pertengahan pekan ini, harga minyak Brent sempat naik 0,9% menjadi US$ 70,89 per barel. Ini merupakan rekor tertinggi sejak Maret kemarin.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 60 sen atau 0,9%, menjadi US$ 68,32 per barel. Kenaikan harga minyak menyambut keputusan OPEC dan sekutunya untuk tetap secara bertahap memulihkan pasokan dan bersamaan dengan lambatnya pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memang bukan penambang minyak. Namun, distributor bahan bakar minyak (BBM) ini secara tak langsung bisa menikmati kenaikan harga minyak.

Suresh Vembu, Direktur AKRA menjelaskan, naik turunnya harga minyak tidak langsung mempengaruhi laba bersih perusahaan. Sebab, harga minyak di pasar internasional langsung dialihkan ke harga jual untuk konsumen.

Selain itu, AKRA menerapkan margin absolut dalam pendistribusian BBM. Tapi, kenaikan harga minyak menunjukkan permintaan kembali memanas. Dalam sajian berita Kontan, Suresh mengungkapkan:

“Artinya, permintaan BBM naik. Kenaikan volume ini yang bisa mendorong profitabilitas kami.”