International Investor Club – Pemilik emiten jasa transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD), Purnomo Prawiro, kembali menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan taksi biru tersebut.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Purnomo tercatat melakukan pembelian saham sebanyak 1.626.700 saham BIRD pada periode 4 sampai dengan 8 Juni 2021.

Baca Juga: Presdir AKR Corporindo, Borong Jutaan Saham AKRA, Untuk Apa?

BIRD Diserok Sang Pemilik

Blue Bird
Grid Oto (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, rinciannya, transaksi pada 4 Juni, Purnomo membeli sebanyak 410.200 saham dalam empat kali transaksi bervariasi dengan rentang harga di level Rp 1.225 per saham sampai dengan Rp 1.240 per saham.

Kemudian, pada 7 Juni 2021, Purnomo juga kembali memborong sebanyak 791.500 saham BIRD dengan harga di kisaran Rp 1.235 per saham sampai dengan Rp 1.270 per saham. Asumsi nilai pembelian sekitar Rp 978 Miliar dengan memakai harga bawah.

Selanjutnya, pada 8 Juni, Purnomo membeli sebanyak 425.000 saham Blue Bird dengan harga Rp 1.230 sampai dengan Rp 1.260 per saham. Nilainya diestimasi mencapai Rp 523 Juta, dengan memakai harga bawah. Ia mengungkapkan:

“Tujuan dari transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung.”

Dengan transaksi ini, kepemilikan saham Purnomo di perusahaannya bertambah menjadi sebanyak 240.746.700 saham atau 9,62% dari sebelumnya sebanyak 239.120.000 atau 9,55% kepemilikan.

Kiprah Emiten

Liputan6 (doc.)

Saat Blue Bird melantai, Purnomo Prawiro sempat dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya ke-25 di Indonesia dengan kekayaan US$ 1,3 Miliar atau setara dengan Rp 19 Triliun (kurs Rp 14.300/USD).

Sebelumnya, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono yang juga salah satu ‘pewaris’ grup bisnis ini membeli sebanyak 801.000 saham perusahaan dalam empat kali transaksi harga berbeda.

Dengan pembelian tersebut, maka porsi kepemilikan saham Adrianto di emiten ini bertambah menjadi 124.799.600 saham (4,988%) dari sebelumnya 123.998.600 saham (4,956%).

Data BEI mencatat, pada perdagangan Kamis ini (10/6/2021), saham BIRD ditutup minus 0,39% di Rp 1.270/saham. Dalam sebulan terakhir akumulatif saham BIRD turun 2% dan 3 bulan terakhir terkoreksi 7%.

Sebelumnya, pada Q! 2021 ini, emiten pengelola taksi ini telah membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 161,35 Mmiliar. Perolehan tersebut, berkebalikan dari laba di tahun sebelumnya senilai Rp 314,56 Miliar.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, laba rugi per saham dasar anjlok menjadi minus 64 per saham dari sebelumnya laba Rp 126 per saham.

Pendapatan BIRD tahun lalu tercatat sebesar Rp 2,04 Triliun atau turun hampir 50% dari tahun sebelumnya Rp 4,04 Triliun.