International Investor Club – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menyetujui pembagian dividen final sebesar sebesar Rp 160 per saham atau sekitar 30% dari laba bersih perseroan di tahun 2020 senilai hampir Rp 460 Miliar. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) SMAR pada hari Selasa kemarin.

Baca Juga: EDGE Diborong Rp 2 Triliun oleh Taipan Asing Ini!

SMAR akan Bagi Dividen

SMAR
Moneter (doc.)

Dalam sajian berita Kontan dijabarkan, dalam RUPST juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. 

Pada kuartal I-2021, SMAR membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11,10 Triliun, tumbuh 15% dibandingkan periode sebelumnya, yang disebabkan kenaikan harga jual rata rata selama periode berjalan.

Sejalan dengan hal itu, laba usaha dan EBITDA SMAR pun ikut meningkat signifikan menjadi masing-masing Rp 574 Miliar dan Rp 1,08 Triliun. SMAR juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 250 Miliar dari posisi sebelumnya yang mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,41 Triliun.

Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Jimmy Pramono mengungkapkan:

“Kami gembira melihat pencapaian SMAR pada kuartal pertama tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. SMAR akan terus memperkuat keunggulan kompetitifnya melalui inovasi yang mutakhir dan praktik-praktik yang berkelanjutan.”

Upaya Perseroan

smart-rbk (doc.)

Jimmy menambahkan, di tahun ini SMAR akan juga tetap memprioritaskan keamanan dan kesehatan para karyawannya, terutama karena kondisi pandemi masih berlangsung. Maka dari itu, SMAR senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi penyebaran Covid-19 dengan melakukan vaksin untuk membangun kekebalan imunitas tubuh.

“Perseroan berpartisipasi dalam program Vaksinasi Gotong Royong melalui kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN),” tambahnya.

Terkait prospek industri, Jimmy bilang bahwa saat ini pasokan minyak global sangat terbatas terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering di Amerika Selatan dan belahan dunia lainnya. Sehingga dia memprediksi bahwa ketatnya pasokan akan terus berlanjut di sepanjang tahun ini.

“Dengan bergulirnya program vaksinasi COVID-19 secara global, kami optimis bahwa permintaan minyak nabati tetap kuat, baik dari sektor pangan maupun energi. Namun, kami tetap waspada dan senantiasa memantau perkembangan pandemi Covid-19, terutama di negara-negara konsumen utama,” pungkasnya.

Per 31 Maret 2021, luas area tertanam SMAR mencapai 137.600 hektar, yang terdiri dari 106.300 hektare area inti dan 31.300 hektare area plasma. Dari total area tertanam tersebut, sekitar 95% telah menghasilkan, di mana selama kuartal I-2021, panen tandan buah segar (TBS) SMAR tumbuh 12% menjadi 670.000 ton dibandingkan panen pada kuartal pertama tahun 2020. Peningkatan hasil panen tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang baik.