International Investor Club – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I-2021 sebanyak-banyaknya Rp 500 Miliar.

Adapun dana penerbitan obligasi ini akan digunakan oleh WOM Finance sebagai modal kerja pembiayaan.

Baca Juga: Pertamina Lunasi Obligasi Global Rp 5,5 Triliun

WOMF akan Terbitkan Obligasi

WOMF

Dalam sajian Berita Moneter dijabarkan, berdasarkan Prospektus Ringkas WOMF yang dipublikasi di Jakarta pada awal pekan ini, rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I-2021 tersebut merupakan bagian dari rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV yang memiliki total target penghimpunan dana sebanyak-banyaknya Rp 5 Triliun.

Pada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I-2021 sebesar Rp 500 Miliar akan terbagi menjadi dua seri, yakni Seri A bertenor 370 hari kalender dan Seri B bertenor tiga tahun.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi.

Manajemen WOMF telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi efek terkait rencana penerbitan obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Sekuritas.

“Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini —setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi— akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja pembiayaan,” demikian disebutkan dalam prospektus WOMF.

Penjadwalan

Obligasi - Bond

Rencananya, masa penawaran awal akan dilaksanakan pada 21 Juni-5 Juli 2021 dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diterima pada 16 Juli 2021.

Sehingga, masa penawaran umum bisa dilakukan pada 21-23 Juli 2021.

Sementara itu, perkiraan tanggal penjatahan diagendakan pada 26 Juli 2021 dan perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik pada 28 Juli 2021.

Dengan demikian, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 29 Juli 2021.

Selain itu, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mengumumkan bahwa perseroan menerima fasilitas pinjaman berjangka senior dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebesar Rpv800 Miliar yang akan dimanfaatkan untuk melunasi obligasi dan memenuhi kebutuhan belanja modal (capex).

Berdasarkan laporan BALI kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Sennin (21/6) malam, perjanjian fasilitas pinjaman berjangka senior tersebut telah ditandatangani pada 17 Juni 2021.

Manajemen BALI menyampaikan, pinjaman berjangka sebesar Rp 800 Miliar itu terbagi menjadi dua limit kredit, yakni Fasilitas Tranche A sebesar Rp 554 Miliar bertenor tujuh tahun.

Nantinya, dana ini akan dimanfaatkan oleh perseroan untuk membiayai pembelian kembali atau pelunasan obligasi yang sudah diterbitkan BALI.