International Investor Club – Pemerintah resmi membuka masa penawaran surat utang saving bond ritel (SBR) seri SBR 010 pada awal pekan ini. Artinya mulai senin kemarin hingga 15 Juli pukul 10.00 WIB mendatang, investor dapat membeli instrumen tersebut melalui mitra distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: WOMF Ingin Terbitkan Rp 500 Miliar Obligasi, Minat?

SBR 010 Sudah Bisa Dibeli

SBR 010
Kemenkeu (doc.)

Dalam sajian Berita Satu dijabarkan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Luky Alfirman mengatakan bahwa SBR 010 merupakan salah satu jenis alternatif investasi yang aman dan menawarkan imbal hasil yang menarik. “Hari ini pemerintah buka penawaran SUN ritel yang tidak dapat diperdagangkan SBR 010,” tuturnya dalam peluncuran SBR 010, secara virtual di awal pekan ini.

Dia mengatakan SBR 010, menawarkan tingkat imbal hasil atau kupon mengambang floating with floor sebesar 5,10% untuk periode 3 bulan pertama. Namun tingkat imbal hasil dapat kembali meningkat jika suku bunga acuan Bank Indonesia meningkat. “Dengan fitur ini imbal hasil SBR dipatok minimal sebesar kupon saat penerbitan, dan di sisi lain investor berpotensi menerima imbal hasil lebih tinggi, jika BI 7DRR meningkat. Oleh karena itu selain menawarkan kupon yang kompetitif dibandingkan produk investasi lainnya, serta adanya perlindungan dari inflasi,” tegasnya.

Adapun SBN ritel ketiga yang diterbitkan pada tahun 2021 ini memiliki tenor 2 tahun dengan jatuh tempo pada 10 Juli 2023. Dengan pembayaran kupon pertama pada 10 September 2021, long coupon dan sisanya setiap tanggal 10 di setiap bulannya.

Nilai Pemesanan Hanya 1 Juta Rupiah

Kabar Bisnis (doc.)

Tak hanya itu, Lucky menjelaskan demi memperluas basis investor dalam negeri yang berasal dari generasi milenial dan generasi Z, pemerintah menurunkan nilai pemesanan yang semula Rp 5 Juta menjadi hanya Rp 1 Juta dan maksimal pemesanan Rp 3 Miliar.

Lebih lanjut, Luky mengatakan untuk meningkatkan kepercayaan investor di tengah pandemi, pemerintah pun mempermudah pembelian SBR 010 secara online atau E SBN. “Untuk tingkatkan kenyamanan investasi di tengah pandemi, pemerintah telah kembangkan platform digital E-SBN jadi pemesanan dan pembayaran SBN ritel dapat dilakukan secara online melalui 26 midis telah ditunjuk pemerintah. Jadi semua bisa dilakukan melalui smartphone tanpa harus pergi secara fisik ke bank,” tegasnya.

Seri SBR ritel ini merupakan obligasi negara tanpa warkat dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (non-tradable). Namun, investor dapat mengajukan early redemption setahun setelah penerbitan dengan nilai maksimal 50% dari setiap transaksi. Kemudian tanggal setelmen early redemption pada 10 Agustus 2022.

Selain itu, Lucky menjelaskan bahwa pemesanan pembelian SBR 010 secara dari dilakukan melalui empat tahap yaitu registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen.