International Investor Club – Skenario perpanjangan kebijakan PPKM Darurat terus mengemuka untuk menekan penularan virus corona di tanah air.

Meski demikian, kebijakan ini dinilai akan berimbas terhadap menurunnya aktivitas ekonomi dan berdampak terhadap kinerja emiten di kuartal ketiga tahun ini.

Baca Juga: NICL Melesat 35% pada Hari Pertama Melantai di Bursa

PPKM Diperpanjang

PPKM
Detik (doc.)

International Investor Club – Kepala riset Praus Kapital, Alfred Nainggolan mengungkapkan, perpanjangan kebijakan PPKM Darurat secara jangka pendek akan menyebabkan IHSG mengalami tekanan, namun sifatnya sesaat. Hal ini lantaran pemerintah akan bisa menangani gelombang kedua Covid-19.

“Dalam kondisi seperti ini tentu sulit untuk mengaharapkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang signifikan bagi emiten.”

Meski demikian, kata dia, beberapa sektor masih bisa memberikan pertumbuhan yang signifikan seperti sektor komoditi, kesehatan dan juga telekomunikasi.

“Dengan asumsi PSBB darurat hingga 6 minggu maka pertumbuhan ekonomi akan berada di bawah 4% dan recovery IHSG pasca selesainya Covid Wave 2 kami perkirakan masih mampu ke rentang 6.400- 6.600,” kata Alfred.

Sementara itu, pengamat pasar saham MNC Asset Management, Edwin Sebayang menuturkan, kebijakan PPKM Darurat yang diperpanjang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan dari yang diproyeksikan sebelumnya.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan, sejak awal tahun Edwin sudah memprediksi PDB Indonesia hanya akan tumbuh di kisaran 3,5%.

“Memperpanjang PPKM Darurat dampaknya ekonomi Indonesia akan terpukul,” kata Edwin.

Dampaknya

Sindo News (doc.)

Dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang lebih ketat menyebabkan banyak perusahaan terkena imbasnya seperti melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Sektor yang paling terpukul kata Edwin ialah di sektor konsumer imbas dari penutupan sejumlah pusat perbelanjaan dan aktivitas cafe dan restoran yang meniadakan makan di tempat (dine in).

“Akibat Covid beberapa perusahaan suffering, terkena dampak sehingga lay off. Sehingga, konsumsi masyarakat akan lebih rendah dari perkiraan awal,” ujarnya.

Oleh sebab itu, MNC AM memproyeksikan, sampai dengan akhir tahun ini, level IHSG paling banter akan mencapai level 6.350.

Sementara itu, Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai PPKM Darurat tentunya akan berdampak kepada permintaan akan barang dan jasa.

Karena itu, Mirae Asset memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di level 4,15%, di bawah target pemerintah 4,5% -5,3%.

Meskipun terdapat risiko dari Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang melambat tersebut, Martha menilai ada sektor-sektor yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk bertransaksi saham pada Juli ini, yaitu sektor konsumen primer, kesehatan dan infrastruktur.