International Investor Club – Emiten penyedia layanan kesehatan yang merupakan pengelola Rumah Sakit Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyampaikan rencana aksi korporasi untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split).

Baca Juga: BABP, Saham Paling Diburu di Bursa Indonesia

HEAL akan Stock Split Saham

HEAL
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, rencana aksi korporasi ini sudah mendapat restu pemegang saham berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 2 Juni 2021 lalu.

“Pemegang saham telah menyetujui pemecahan nilai nominal saham perseroan dengan rasio 1:5 dari nominal sebelumnya Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham,” tulis manajemen HEAL.

Manajemen RS Hermina menyampaikan, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Juli 2021 dan perdagangan saham dengan nilai nominal baru pada 30 Juli 2021 di pasar reguler dan negosiasi, bersamaan dengan awal periode peniadaan perdagangan di pasar tunai.

Sedangkan, tanggal penetapan pemegang saham yang berhak atas stock split (recording date) pada 2 Agustus 2021. Adapun pendistribusian nominal baru oleh KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) dan awal perdagangan saham dijadwalkan pada 3 Agustus 2021.

Aksi Korporasi

saham asing investor
Pluang (doc.)

Seperti diketahui, rencana aksi korporasi ini sebelumnya pernah disampaikan manajemen HEAL pada pertengahan Mei lalu. Jenis saham yang akan dipecah adalah saham biasa (common share) yang sebelum pemecahan berjumlah 2,98 miliar saham menjadi 14,89 miliar saham.

Tujuan dilaksanakannya stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.

Manajemen juga menganggap harga saham Hermina masih relatif tinggi, sehingga dengan melakukan stock split diharapkan harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau bagi para investor retail, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah pemegang saham perusahaan.

Data BEI menunjukkan saham HEAL ditutup pada perdagangan awal pekan ini turun 1,28% di Rp 5.800/saham. Nilai transaksi saham HEAL mencapai Rp 6,9 Miliar, dengan volume perdagangan 1,20 juta saham. Sebulan terakhir saham HEAL naik 14% dan 3 bulan terakhir tumbuh 28%.

Saham emiten konstruksi cenderung bergerak menguat pada pertengahan pekan kemarin.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, menurut data dari BEI, ada 8 saham naik dan 4 saham memerah. Sementara, 7 saham BUMN Karya beserta anak perusahaannya mayoritas naik. Hanya saham anak usaha Waskita Karya, WSBP, saja yang ambles di pasar pagi.

Saham pengelola jalan tol, JSMR, memimpin penguatan dengan naik 1,93%, setelah pada awal pekan kemarin saham ini melorot 1,90%. Dalam sepekan, saham JSMR menguat 8,85%, sementara dalam sebulan minus 1,34%.

Di posisi kedua ada saham WSKT yang terapresiasi 1,75% ke Rp 870/saham, berhasil rebound dari koreksi pada Senin lalu sebesar 1,16%. Dengan ini, dalam sepekan saham WSKT naik 4,14%, sementara dalam sebulan saham ini ambles 10,20%.

Kabar terbaru, sebanyak lima bank kreditor menyetujui restrukturisasi kredit Waskita Karya dengan outstanding senilai Rp 19,3 Triliun.

Nilai tersebut mencapai 65% dari total pinjaman Waskita yang mencapai Rp 29,26 Triliun dari seluruh kreditornya. Hanya saja belum diungkapkan detail berkaitan dengan besaran perubahan bunga dan tenor atas pinjaman-pinjaman tersebut.